Nurdin Abdullah Sebut Belanja Pegawai di Sulsel Terlalu Besar

Andi Aan Pranata    •    Jumat, 27 Jul 2018 10:03 WIB
pilkada serentakpilkada 2018
Nurdin Abdullah Sebut Belanja Pegawai di Sulsel Terlalu Besar
Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman sebagai gubernur dan wakil gubernur Sulsel terpilih

Makassar: Gubernur Sulawesi Selatan terpilih Nurdin Abdullah menyatakan telah menyiapkan langkah strategis usai ditetapkan sebagai pemenang oleh KPU. Dia bersama wakil gubernur terpilih Andi Sudirman Sulaiman mulai konsolidasi dengan pemerintah provinsi agar program prioritas bisa segera diterapkan setelah dilantik.

Nurdin berharap sebagian program prioritasnya bisa diakomodasi dalam draf APBD Perubahan tahun 2018, atau pun draf APBD tahun 2019. Dengan demikian masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya. 

"Langkah awal kita sudah lakukan diskusi dengan Pemerintah Provinsi Sulsel. Kita sebagai orang baru di Pemprov, tidak mungkin langsung berjalan. Harus tahu kekuatan di mana, lalu mengambil alih tanggung jawab di mana," kata Nurdin usai menghadiri rapat pleno KPU tentang penetapan pemenang Pilgub Sulsel di Hotel MaxOne Makassar, Kamis 26 Juli 2018 malam.

Nurdin, Bupati Bantaeng dua periode mengungkap rencananya membentuk tim guna mempersiapkan pemeritahan baru. Di samping menggodok program unggulan, dia bersama Sudirma bakal mengkaji program strategis kepala daerah sebelumnya yang dapat diteruskan. 

"Masyarakat sudah sangat menunggu gebrakan pemerintah. Karena itu tidak ada program 100 hari, kita jalan saja, ada program berjalan cepat," ujar Nurdin.

Nurdin kemudian menyinggung soal rencana efisiensi anggaran daerah. Dia mencontohkan, dari total Rp9,9 triliun anggaran belanja di APBD Sulsel, sebanyak Rp3,9 triliun merupakan pos belanja pegawai. Jumlah itu, menurut dia, seharusnya bisa dipangkas karena terlalu besar.

"Ini harus kita sisir. Belanja hibah Rp1,9 triliun juga terlalu besar. Harus disisir, supaya benar-benar dinikmati oleh rakyat," dia melanjutkan.

Sebelumnya anggota tim transisi Nurdin-Sudirman sudah mulai menjalin komunikasi dengan organisasi perangkat daerah di Sulsel. Anggota tim, Jayadi Nas mengatakan, tim berupaya agar lima program prioritas bisa segera masuk dalam rencana anggaran.

Program pertama berupa bantuan permodalan, teknologi dan skil untuk mendukung hilirisasi pertanian dan perikanan. Selanjutnya, program pembangunan rumah sakit regional di enam wilayah.

Lalu ada program biokrasi anti-korupsi dan masyarakat madani; destinasi wisata andalan berkualitas internasional; serta pembangunan infrastruktur yang menjangkau masyarakat desa terpencil.

"Tim transisi bekerja secara maksimal dalam sinkronkan sejumlah program yang tertera di visi-misi, untuk dimasukkan ke dalam draf anggaran di Pemprov," kata Jayadi.



(ALB)