15 Oktober, Khofifah Tentukan Calon Pendamping

M Sholahadhin Azhar    •    Rabu, 11 Oct 2017 21:35 WIB
pilkada 2018
15 Oktober, Khofifah Tentukan Calon Pendamping
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (tengah) didampingi Sekjen Partai NasDem Johnny G. Plate (kanan) menerima Khofifah Indar Parawansa di DPP Partai NasDem. MI/Ramdani.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa sudah bulat ikut serta dalam Pilkada Jawa Timur 2018. Khofifah pun akan menentukan calon wakil gubernur yang akan mendampinginya nanti dalam waktu dekat.

"Insha Allah dalam waktu dekat saya akan memakai pertimbangan 100 Kyai seperti pada dulu di Tebu Ireng dipimpih KH Salahudin Wahid. Minggu 15 Oktober ini akan ada pertemuan Kyai dan Ibu Yai memimpin pertimbangan," kata Khofifah di DPP Partai Nasional Demokrat, Jakarta Pusat, Rabu 11 Oktober 2017.

Khofifah mendapatkan kebebasan memilih pasangan untuk bertarung di Jawa Timur. Partai pendukung seperti NasDem menilai, pasangan calon harus memiliki kecocokan.

Tak hanya NasDem, Khofifah juga mendapatkan kebebasan dari partai pendukung lain, seperti Golkar, PPP, dan Demokrat. Khofifah juga mengaku telah berjumpa dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Keinginan untuk mencoba peruntungan di Jawa Timur sudah disampaikan kepada Presiden keenam Indonesia itu. SBY, kata dia, memberi keleluasaan kepada dirinya untuk menentukan pasangan.

"Saya sudah bersilaturahmi dengan Demokrat juga, dan waktu itu Pak SBY Ada. Memberikan yang sama pula, kalau soal wakil maka yang harus menentukan dan memberikan pertimbangan itu adalah cagub, karena ini dia kan akan menjalankan tugas," kata Khofifah.

Sebelumnya, Ketua Umum NasDem Surya Paloh menyambut dengan tangan terbuka kedatangan Khofifah di kantor DPP NasDem. Surya menyebut Khofifah sebagai keluarga besar partainya, karena silaturahmi yang panjang dan intens. Pada kesempatan itu pula Surya secara resmi menyampaikan komitmen mendukung Khofifah.

"Saya yakin Khofifah sosok yang tepat," tandas Surya.

NasDem dan Partai Golkar memiliki 15 kursi di DPRD Jawa Timur. Jumlah ini belum mencukupi untuk mengusung pasangan calon karena syarat minimal dukungan 20 kursi.

Namun jika digabung dengan koalisi Demokrat dan PPP maka jumlah keseluruhan akan mencapai 30 lebih kursi. Hanya saja, PPP dan Demokrat masih belum menentukan sikap untuk mendukung Khofifah.

 


(DRI)