Regulasi Pariwisata Bali Perlu Diperbaiki

Arga sumantri    •    Sabtu, 28 Apr 2018 20:46 WIB
pilgub bali 2018
Regulasi Pariwisata Bali Perlu Diperbaiki
I Wayan Koster dan Tjokorda Oka Arthadan sebagai calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada Provinsi Bali 2018. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Nusa Dua: Pariwisata menjadi satu bidang yang berkontribusi besar bagi perekonomian di Bali. Makanya, penyempurnaan sektor pariwisata Bali dirasa perlu terus dilakukan.

Calon gubernur Bali nomor urut satu, I Wayan Koster mengatakan, pemerintahan Bali harus konsisten membangun pariwisata berbasis budaya. Masyarakat Bali, kata dia, harus dipastikan merasakan hasilnya. 

"Hasil pariwisata Bali harus dipastikan untuk masyarakat Bali," kata Koster dalam debat perdana Pilgub Bali di Nusa Dua, Bali, Sabtu, 28 April 2018.

Koster mengaku bakal mengeluarkan peraturan daerah tentang standarisasi pelayanan kepariwisataan secara komprehensif jika terpilih. Hal itu dimaksudkan agar pariwisata Bali ke depan lebih memiliki nilai. 

Wisatawan yang datang ke Pulau Dewata, kata dia, harus benar-benar bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Bali. "Bukan datang untuk menimbulkan permasalahan dan tidak berdampak langsung pada ekonomi kemasyarakatan di Bali."

Sementara itu, pasangannya, yakni Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyebut ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki di sektor pariwisata Bali. Misalnya, soal kualitas destinasi pariwisata yang ada saat ini.

"Kualitas destinasinya perlu ditingkatkan. Beberapa tempat wisata tidak punya WC, sebagainya," kata Tjok. 

Selain itu, menurut Tjok, ketersediaan dan permintaan terkait pariwisata Bali, harus seimbang. Ia menyebut, saat ini Bali memiliki 130 ribu kamar untuk menampung wisatawan dari dalam maupun luar negeri menginap. Tapi, hanya sekitar 40 persen yang terpakai.

"Tamu kita hanya sekitar 5,5 juta orang. Kita kelebihan 60 persen room," ungkap Cok Ace.


(AGA)