Kotak Kosong Menang, Pilkada Makassar Diulang 2020

Andi Aan Pranata    •    Jumat, 06 Jul 2018 23:47 WIB
pilkada serentakpilkada 2018
Kotak Kosong Menang, Pilkada Makassar Diulang 2020
Pembacaan berkas hasil rekapitulasi suara Pilkada Makassar. Medcom.id/ANDI AAN PRANATA

Makassar: Rapat pleno terbuka KPU rekapitulasi dan penetapan hasil Pemilihan Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan, resmi ditutup, Jumat 6 Juli 2018 malam. Pasangan calon tunggal Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi gagal menjadi wali kota periode 2019-2024 karena perolehan suara kalah banyak dari kolom kosong.

Appi-Cicu yang diusung koalisi sepuluh partai politik, meraih 46,77 persen dari total 565.040 suara sah. Sedangkan kolom kosong dominan dengan 53,23 persen.

"Menetapkan pasangan Munafri Arifuddin dan Andi Rachmatika Dewi dengan 264.245 suara, dan kolom kosong dengan perolehan 300.795 suara," kata komisioner KPU Makassar Abdullah Manshur saat membacakan surat keputusan rapat pleno, jelang pukul 24.00 WITA.

Sesuai Undang-undang Nomor 10 tahun 2016 dan Peraturan KPU Nomor 13 tahun 2018 tentang Pilkada, pasangan calon tunggal di Pilkada harus mengantongi lebih dari 50 persen suara agar bisa menang. Berdasarkan kondisi di Makassar, tidak ada pemenang di Pilkada tahun ini.

Baca: Kotak Kosong Unggul, Saksi Appi-Cicu Keberatan

Tak ada pemenang berarti Pilkada Makassar diulang pada Pilkada serentak di periode selanjutnya. Hasil rapat pleno terbuka bersifat final dan mengikat.

"Karena di tahun 2019 ada Pemilihan Presiden dan tidak ada Pilkada, maka Pilkada Makassar digelar kembali di tahun 2020," ujar Manshur.

"Kami siap menerima gugatan dari pihak yang tidak menerima hasil dan keputusan ini," dia melanjutkan.

Rapat pleno rekapitulasi Pilkada Makassar digelar sejak Kamis 5 Juli. Rapat dipimpin Ketua KPU Makassar Syarif Amir.

Rapat pleno KPU Makassar diwarnai banyak protes. Puncaknya saat saksi Appi-Cicu, Habibie dan Irfan Idham memutuskan walk-out dari arena sidang. Mereka keberatan karena rekapitulasi di kecamatan Bontoala tidak menyertakan salinan form DA1-KWK, atau sertifikat hasil rekapitulasi dan rincian penghitungan suara di setiap tingkatan.

Baca: Unjuk Rasa Mewarnai Rekapitulasi Suara di KPU Makassar

Kedua saksi ngotot berkas yang tercecer itu agar dihadirkan. Komisioner KPU Abdullah Manshur menawarkan solusi karena dikejar tenggat batas rekapitulasi pujul 24.00 WITA. Merujuk Peraturan KPU Nomor 9 tahun 2018,  rekapitulasi bisa dengan membandingkan C1 hologram dengan C1. Plano dan KWK.

Belakangan Irfan Idham menganulir walk out dan kembali ke dalam ruangan. Dia memilih mengajukan form keberatan saksi atau DB2-KWK.

"Karena proses rekapitulasi di salah satu kecamatan cacat, maka kami anggap secara keseluruhan proses rekapitulasi ini cacat. Kami menolak hasil dan keputusannya," kata Irfan.

Hasil rekapitulasi Pemilihan Wali Kota Makassar
Kecamatan Biringkanaya
Paslon: 36.092 suara
Kolom kosong: 39.320 suara

Kecamatan Sangkarrang
Paslon: 3.261
Kolom kosong: 3.645

Kecamatan Manggala
Paslon: 30.384
Kolom kosong: 27.631

Kecamatan Mamajang
Paslon: 10.886
Kolom kosong: 13.407

Kecamatan Makassar
Paslon: 13.654
Kolom kosong: 21.081

Kecamatan Mariso
Paslon: 11.566
Kolom kosong: 12.845

Kecamatan Tallo
Paslon: 26.297
Kolom kosong: 29.122

Kecamatan Pannakukang
Paslon: 25.069
Kolom kosong: 31.108

Kecamatan Rappocini
Paslon: 29.844
Kolom kosong: 32.460

Kecamatan Tamalanrea
Paslon: 16.738
Kolom kosong: 21.312

Kecamatan Ujung Pandang
Paslon: 3.822
Kolom kosong: 7.319

Kecamatan Tamalate
Paslon: 33.817
Koko: 33.541

Kecamatan Ujung Tanah
Paslon: 7.362
Kolom kosong: 8.317

Kecamatan Wajo
Paslon: 4.695
Kolom kosong: 7.954

Kecamatan Bontoala
Paslon: 10.584
Kolom kosong: 11.907

Total:
Paslon: 264.017
Kolom kosong: 300.969


(SUR)