Survei: Dodi-Giri Unggul Tipis di Pilkada Sumsel

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 08 Jun 2018 22:40 WIB
pilkada 2018
Survei: Dodi-Giri Unggul Tipis di Pilkada Sumsel
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel Dodi Reza Alex Noerdin (kir)-Giri Ramandha Kiemas (kanan). Foto: Antara/Nova Wahyudi

Jakarta: Pertarungan sengit diprediksi terjadi di Pilkada Sumatera Selatan. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut, pasangan Dodi Reza Alex Nurdin-Giri Ramanda unggul tipis dengan dukungan 27,7 persen.

Sementara tempat kedua ialah Herman Deru-Mawardi Yahya dengan dukungan 23,2 persen. Kemudian, Ishak Mekki-Yudha Pratomo Mahyuddin 18,4 persen dan Saifudin Aswari Rivai-Muhammad Irwansyah 8,6 persen. Sedangkan, mereka yang belum memutuskan sebanyak 22,1 persen.

"Mendekati saat pencoblosan, Pilkada Sumatera Selatan tahun 2018 menyisakan pertarungan sengit antara 2 pasangan calon, yaitu pasangan Herman Deru-Mawardi Yahya dan Dodi Reza Alex Nurdin-Giri Ramanda Kiemas," kata peneliti senior LSI Denny JA, Rully Akbar, Jakarta, Jumat, 8 Juni 2018.

Menurut Rully, bila ditelusuri dari tiga hasil survei sebelumnya yang dilakukan LSI, tren dukungan terhadap Dodi Reza menanjak. Sebaliknya, Herman Deru cenderung mengalami penurunan. 

Pada survei Oktober 2017, saat belum penetapan oleh KPU, elektabilitas Herman Deru mengungguli kandidat lainnya di angka 32 persen. Sedangkan Dodi Reza hanya mendapat dukungan sebesar 17,7 persen. Namun perlahan Dodi Reza menyalip Herman Deru. 

Di survei Februari 2018, setelah penetapan pasangan calon, Dodi Reza menyusul Herman Deru dengan memperoleh dukungan sebesar 25,1 persen. Sedangkan Herman Deru elektabilitasnya turun di angka 25,6 persen. 

Pada survei Mei 2018, Dodi Reza mulai unggul dengan tingkat dukungan 25,5 persen, sedangkan Herman Deru 24,8 persen. Hingga pada survei Juni 2018, Dodi Reza berhasil melebarkan jarak dukungan dengan Herman Deru. Dodi Reza mendapat dukungan 27,7 persen dan Herman Deru 23,2 persen.

"Dari breakdown data, pasangan Dodi Reza-Giri Ramanda hampir unggul di semua segmen dari pasangan Herman Deru-Mawardi Yahya, baik itu segmen pemilih laki-laki dan perempuan, usia, agama, pendidikan dan pendapatan," beber dia.

Rully menjelaskan penyebab turunnya elektabilitas Herman. Pertama, skandal lama Herman Deru dengan pembantu rumah tangga, serta kasus narkoba putra Mawardi Yahya yang juga Bupati Ogan Ilir nonaktif kembali terbuka. Adapula isu ijazah palsu yang menimpa Marwadi Yahya. 

"Hal ini yang menyebabkan elektabilitas Herman Deru-Mawardi Yahya terus merosot. Dengan beredar massifnya isu lama ini, menekankan kepada masyarakat mengenai kebenaran kasus masa lalu serta mengharapkan kejujuran dari pejabat publik," kata dia.

Sementara itu, peningkatan perolehan dukungan kepada Dodi Reza-Giri Ramanda disebabkan tingkat pengenalan yang terus menanjak. Sejak survei Februari hingga Juni 2018, Dodi Reza semakin dikenal oleh pemilih di Sumsel. 

Kedua, publik puas dengan kinerja Alex Nurdin, dan asosiasi Dodi Reza dengan Alex kuat. Tingkat kepuasan terhadap Alex Nurdin mencapai 77,7 persen. 

"Hal ini juga berpengaruh tehadap elektabilitas Dodi Reza. Karena Dodi Reza dianggap sebagai penerus Alex Nurdin," ucap dia.

Ketiga, program Dodi Reza disukai mayoritas pemilih. Program pendidikan dan kesehatan gratis serta pembangunan infrastruktur dari Dodi Reza mendapatkan respons positif dari publik.

Namun, ia mengakui hasil survei saat ini masih berpeluang berubah karena masih ada waktu sekitar 19 hari menuju pencoblosan pada 27 Juni 2018.

Survei ini dilakukan dalam kurun waktun 1-5 Juni 2018. Survei dilakukan secara tatap muka terhadap 1.000 responden. Responden dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error +/- 3,1 persen.


(DMR)