PDI P: Kekalahan Ahok-Djarot Semata Masalah Figur

Renatha Swasty    •    Jumat, 21 Apr 2017 15:46 WIB
pilgub dki 2017
PDI P: Kekalahan Ahok-Djarot Semata Masalah Figur
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira (kiri) di Kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta (7/4/2016). Foto: MI/Adam Dwi

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menyebut partainya telah bekerja maksimal memenangkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI 2017. Kekalahan, kata Andreas, semata karena figur keduanya yang belum diterima masyarakat.

"Dari aspek kerja partai, PDI P maksimal. Mesin partai bekerja full. Terbukti hasil exit poll Balitbang Kompas lebih dari 90 persen pemilih PDI P memilih pasangan Ahok-Djarot. Hanya, dari aspek figur, harus klop dengan akseptabilitas publik," kata Andreas, Jumat 21 April 2017.

Kemenangan dalam pemilihan kepala daerah, kata dia, ditentukan oleh dua aspek utama, yakni mesin partai dan figur. Soal mesin partai, Andreas yakin sudah baik. Jadi, persoalannya ada di figur.

Faktor lain, kata anggota Komisi I DPR itu, adalah pengelolaan isu, manajemen kampanye, dan pengamanan suara. Untuk itu, pada pilkada 2018 mendatang PDI P akan membenahi hal-hal itu.

Perolehan suara Anies-Sandi di putaran kedua Pilkada DKI jauh meninggalkan pasangan Ahok-Djarot. Dari sejumlah lembaga survei yang menghitung, selisihnya antara 16% hingga 17%.

Padahal, di putaran pertama Ahok-Djarot sempat unggul dengan perolehan suara 42,98%. Pasangan Anies-Sandi mengantongi 39,97% suara, dan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni meraih 17,05% suara.




(UWA)