Djarot: Banyak Isu SARA Lewat Berbagai Cara

Dian Ihsan Siregar    •    Minggu, 19 Mar 2017 03:26 WIB
pilgub dki 2017
Djarot: Banyak Isu SARA Lewat Berbagai Cara
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor 2 Djarot Saiful Hidayat didampingin istri Heppy Farida acara launching unit khusus tim reaksi cepat relawan Bhineka Tunggal Ika di Kantor PPP Djan Faridz. (Foto: MI/Ramdani).

Metrotvnews.com, Jakarta: Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyayangkan banyaknya isu Suku, Ras, Agama, dan Antar Golongan (SARA) untuk memojokkan salah satu peserta pilkada. Bahkan, berbagai isu SARA banyak dilakukan dengan berbagai cara.

Djarot menyebut, salah satu isu SARA dilakukan melalui ceramah atau khotbah salat Jumat. Padahal menurutnya, isu SARA jangan dibawa ke dalam ibadah suatu agama.

"Saya saalat Jumat khotbahnya seperti ini. Saya mohon lah jangan digoreng isu-isu bernuansa SARA untuk Pilkada Jakarta ini. Tidak baik, tidak sehat, biar lah warga menentukan pilihannya dengan nyaman di TPS," jelas Djarot di Jakarta, Sabtu 18 Maret 2017.

Bukan hanya itu, Djarot juga memperoleh informasi bahwa ada warga yang mendapat ancaman tidak akan bisa lagi berjualan, jika tidak memilih pasangan tertentu.

"Ada warga juga yang harus bikin surat pernyataan kalau jenazahnya mau diurus, itu tidak boleh. Nah hal seperti ini yang saya tekankan bahwa kontestasi pilkada ini harus dengan persaingan yang sehat. Ada program, adu gagasan, adu kreatifitas," paparnya.

"Karena itu, saya ke mana saja sampaikan, seluruh pendukung Ahok-Djarot untuk tetap sabar, senyum dan tidak terpancing provokasi, tidak usah takut dan tidak usah dilawan, senyum saja," lanjut Djarot.

Menurutnya, isu SARA bukan hanya berdampak pada satu daerah, melainkan menyeluruh. Namun demikian, Ahok-Djarot tidak akan gentar.

"Tentunya kami tidak ingin mundur ke belakang, kan sistem demokrasi kita sudah baik. Makanya ini kan kondisinya sudah panas-panas seperti ini, saya selalu sampaikan bahwa harus sejuk," pungkas Djarot.
 


(HUS)