Djarot Rikuh dengan Tim Transisi Bentukan Anies-Sandi

Intan fauzi    •    Jumat, 21 Apr 2017 15:25 WIB
pilgub dki 2017
Djarot Rikuh dengan Tim Transisi Bentukan Anies-Sandi
Djarot Saiful Hidayat. Foto: Antara/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta rikuh dengan niat gubernur dan wakil gubernur terpilih versi hitung cepat, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, membentuk tim transisi. 

Tim transisi dibentuk Anies-Sandi untuk bisa menyamakan persepsi dengan pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot yang sudah memimpin Jakarta dua tahun terakhir.

Djarot menyatakan, tim transisi sebetulnya tak diperlukan. Sebab, masa transisi biasanya hanya untuk jabatan presiden.

"Ini kan bukan pilpres ya. Ini pilkada seperti daerah-daerah yang lain. Gitu kan ya," ujar calon wakil gubernur petahanan ini, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat 21 April 2017.

Djarot menjelaskan, jabatan presiden membutuhkan masa transisi karena menyangkut banyak kementerian. Ruang lingkupnya jauh lebih luas dari Jakarta.

Kendati demikian, Djarot tak masalah dengan dibentuknya tim transisi Anies-Sandi. Asalkan, tim itu mengajak serta anggota legislatif.

"Apa pun kebijakannya kan (ada keterlibatan) DPRD. Apalagi kalau menyangkut masalah APBD," kata Djarot.

Bekas Wali Kota Blitar itu pun mengatakan, masih ada dia dan Ahok yang menjabat sampai Oktober. Keduanya sudah menyusun program sampai akhir 2017.

"Kami terikat kontrak 2012-2017, sehingga ini akan kita tuntaskan. Setelah itu baru 2018 pak Anies sama pak Sandi. Jadi, bikin transisi silakan, tetapi sekali lagi, ini pilgub bukan pilpres," kata dia.

Wakil gubernur terpilih versi hitung cepat, Sandiaga Uno, menyatakan akan membentuk tim transisi yang berisi tim pakar. Tim dipersiapkan untuk berkomunikasi dengan Ahok-Djarot. "Agar tidak menghalangi kerja mereka enam bulan ke depan," kata Sandi, kemarin.

 


(UWA)