Khofifah Tunggu Waktu yang Tepat

Media Indonesia    •    Jumat, 22 Sep 2017 08:40 WIB
pilkada serentakpilkada 2018
Khofifah Tunggu Waktu yang Tepat
Khofifah Indar Parawansa--Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah

Metrotvnews.com, Surabaya: Khofifah Indar Parawansa mengaku sudah mengantongi dukungan partai politik untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2018. Namun, dia mengaku masih menunggu waktu yang tepat untuk deklarasi dukungan dari partai politik.

"Saya minta sabar semuanya, pada waktunya nanti akan saya umumkan," kata Khofifah di Surabaya, Kamis 21 September 2017.

Apalagi, dirinya masih fokus mengerjakan tugas yang diberikan Presiden Joko Widodo sebagai menteri sosial. Banyak program yang harus dituntaskan, lanjut dia, termasuk bantuan pemerintah kepada masyarakat.

Dia juga mengaku masih mencari waktu yang tepat untuk melapor kepada Presiden Jokowi. "Nanti akan saya kasih tahu kapan harus izin ke Presiden," ujarnya.

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim yang hendak maju melalui jalur parpol atau gabungan parpol harus mengantongi sedikitnya 20 kursi dari 100 kursi DPRD Jatim.

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengaku tidak risau jika harus bertarung menghadapi Khofifah dalam pilgub.

Namun, ia mengingatkan keinginan ulama agar kader Nahdlatul Ulama (NU) bisa berbagi peran. "Yang diinginkan ulama dan kiai untuk berbagi peran. Bu Khofifah sebagai menteri, bagus bisa berbuat untuk Indonesia. Maunya kiai berbagi peran, tapi jika tidak bisa, tidak masalah. Setiap orang berhak maju. Tidak ada larangan. Cuma ajakan dari para ulama dan kiai untuk berbagi peran sesama kader NU," ujarnya.

Baca: Gerindra Berniat Usung Khofifah di Pilgub Jatim

PKB yang memiliki 20 kursi DPRD Jatim telah memastikan mengusung Gus Ipul dalam pilgub. Gus Ipul mengakui, PKB bisa saja mengajukan calon sendiri dalam pilgub.

Hanya saja, lanjut dia, PKB menghendaki koalisi dengan partai lain, salah satunya PDIP, untuk membangun iklim demokrasi yang bagus.

"Sekarang sedang finalisasi proses akhir untuk mematangkan koalisi PKB-PDIP. Saya serahkan sepenuhnya keputusan yang akan diambil pimpinan partai," terang Gus Ipul.

Dia mengakui masih proses pematangan koalisi partai-partai. Ia berharap, hasil dari koalisi itu segera ada kesepakatan termasuk siapa nanti yang disepakati untuk menjadi calon pendampingnya.

"Alhamdulillah, jadi sampai sekarang ini masih proses pematangan koalisi partai. Mudah-mudahan tidak terlalu lama sudah ada kesepakatan termasuk siapa nanti yang disepakati menjadi calon wakil gubernur," paparnya.



Dia menyerahkan penentuan calon wakil gubernur kepada koalisi partai.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Amien, Ngasinan, Kediri, KH Anwar Iskandar, mengaku bangga semua kader NU sudah merata di berbagai tempat.

"Kader ulama itu bertebaran di mana-mana dan saya berharap semua dijaga perannya, dilaksanakan dengan baik. Yang jadi menteri sampai selesai, ketua DPRD sampai selesai, wakil gubernur juga, itu semua pekerjaan mulia," ujarnya.

Kinerja bagus

Fungsionaris Partai NasDem Enggartiasto Lukita memastikan Wakil Ketua DPRD Cirebon yang juga Ketua DPD Partai NasDem Kota Cirebon, Jawa Barat, Eti Herawati akan diusung menjadi kandidat wakil wali kota.

Menurut pria yang kerap disapa Enggar itu, penetapan tersebut berdasarkan hasil survei. "Harus diakui, kinerjanya selama ini juga bagus," kata Enggar.

Karena itu, Enggar mempersilakan siapa pun calon wali kota untuk melamar Eti Herawati. "Saya punya gadis cantik nih. Silakan, siapa yang mau melamar," katanya.


(YDH)