Elektabilitas Emil-Daniel Ungguli Demiz-Ahmad Syaikhu

Dheri Agriesta    •    Selasa, 05 Dec 2017 16:26 WIB
pilgub jabar 2018
Elektabilitas Emil-Daniel Ungguli Demiz-Ahmad Syaikhu
Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) dan calon Wakil Gubernur Daniel Mutaqien (kanan) saat penyerahan rekomendasi di DPP Golkar. Foto: MI/Susanto.

Jakarta: Elektabilitas pasangan Ridwan Kamil (Emil) dan Daniel Muttaqien cukup tinggi sebagai calon gubernur Jawa Barat. Hal itu terlihat dalam survei Poltracking Indonesia mengenai elektabilitas kandidat gubernur dan preferensi pemilih di Pilkada Jawa Barat 2018.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yudha membuat dua simulasi dalam survei ini. Simulasi pertama menguji tiga poros: Ridwan Kamil-Ahmad Muttaqien, Deddy Mizwar (Demiz)-Ahmad Syaikhu, dan Dedi Mulyadi-Puti Guntur Soekarno.

Dalam simulasi tiga pasangan calon, Kang Emil dan Daniel Muttaqien memperoleh 37 persen suara. Posisi kedua diikuti Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu dengan 24,3 persen.

"Sedangkan Dedi Mulyadi dan Puti Guntur Soekarno mendapatkan 7 persen. Yang tidak menjawab atau tidak tahu sebesar 31,7 persen," jelas Hanta di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 5 Desember 2017.

Hanta menyebut, jarak antara pasangan Emil-Daniel dan Demiz-Syaukhi cukup signifikan, sebesar 12,7 persen. Jarak ini bertambah saat simulasi dua kandidat dilakukan.

Pasangan Emil dan Daniel, lanjut dia, mendapatkan 39,4 persen. Sementara itu, Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu hanya memperoleh 25,8 persen.

"Sementara yang tidak menjawab dan tidak tahu sebesar 34,8 persen," kata Hanta.

Baca: Poltracking: Ridwan Kamil Dominasi Jawa Barat

Jarak antara Emil-Daniel dan Demiz-Syaikhu mencapai 13,6 persen. Meski bertambah, Hanta menilai jarak antara pasangan tak begitu tinggi. "Dua pasangan ini kesimpulan sementara, survei ini masih kompetitif," jelas Hanta.

Survei dilaksanakan pada 10 hingga 15 November 2017 dengan responden sebanyak 1.200 orang. Survei ini menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error sebesar 2,8 persen.

Populasi survei ini adalah warga negara Indonesia di Provinsi Jawa Barat yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner.




(OGI)