Sudikerta: Lembaga Keuangan Berbasis Desa Adat Harus Diperkuat

Antara    •    Senin, 30 Apr 2018 08:21 WIB
pilgub bali 2018
Sudikerta: Lembaga Keuangan Berbasis Desa Adat Harus Diperkuat
Calon Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta--Medcom.id/Raiza Andini

Denpasar: Keberadaan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di daerah ini harus diperkuat dalam upaya membangkitkan perekonomian masyarakat.

"Lembaga keuangan yang berbasis desa adat harus diperkuat dalam menumbuhkan dan mengembangkan perekonomian masyarakat Bali," kata Calon Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta di Denpasar, Senin, 30 April 2018.

Ia mengatakan keberadaan LPD yang berdiri sejak 1980-an sudah memberi dampak positif kepada masyarakat Pulau Dewata. Karena dalam peminjaman keuangan harus mendapatkan persetujuan dari pengurus adat setempat.

"Dengan pola itu, maka keuangan LPD tersebut sangat sehat. Karena kesadaran masyarakat terhadap pembayaran kreditnya sangat taat," ujar pasangan calon nomor urut 2.

Baca: BI Dukung Pemberdayaan Lembaga Perkreditan Desa

Sudikerta lebih lanjut mengatakan saat ini ada sekitar 1.400 LPD yang tersebar di desa pakraman (adat) di Bali. Namun ada sedikitnya 58 desa belum memiliki lembaga keuangan tersebut.

"Oleh karena itu, jika dipercaya masyarakat memimpin Bali lima tahun ke depan mendampingi Cagub Rai Mantra, maka lembaga keuangan tersebut semuanya harus sudah ada, sehingga pemerataan pembangunan di pelosok pedesaan akan terwujud," ucapnya.

Ia mengatakan keberadaan LPD di Bali yang diprakarsai oleh Gubernur Bali almarhum Ida Bagus Mantra. Kini asetnya sudah mencapai triliunan rupiah.

Sehingga dengan keberadaan LPD tersebut dipastikan roda pembangunan pedesaan akan terus berjalan dalam mencapai tujuannya. 

Peserta Pilkada Bali 2018 adalah pasangan nomor urut 1, I Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-Ace). Pasangan itu diusung empat parpol peraih kursi di DPRD Provinsi Bali, yakni PDIP, Hanura, PAN, dan  PKPI, serta didukung PKB dan PPP.

Sedangkan pasangan nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) diusung oleh empat partai peraih kursi di DPRD Provinsi Bali, yakni Golkar, Gerindra, Demokrat, dan Nasdem. Mereka juga didukung oleh PKS, PBB, dan Perindo.



(YDH)