Gugatan Jaro Ade-Inggrid Kansil Diproses MK

Rizky Dewantara    •    Selasa, 24 Jul 2018 12:01 WIB
pilkada serentakpilkada 2018
Gugatan Jaro Ade-Inggrid Kansil Diproses MK
Inggrid Kansil. MI/ATET DWI PRAMADIA

Bogor: Gugatan permohonan perkara perselisihan hasil suara pemilihan Bupati-Wakil Bupati Bogor yang dilayangkan oleh calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 3 Jaro Ade-Inggrid Kansil (JADI) diterima Mahkamah Konstitusi (MK).

Kuasa hukum pasangan JADI, Herdiyan Nuryadin mengungkapkan, setelah ditelaah, MK memutuskan melalui surat akta registrasi perkara konstitusi nomor 28/3/PAN.MK/2018  bahwa gugatan pemohon pasangan JADI kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor sebagai termohon telah memenuhi syarat.

"Dengan terpenuhinya syarat tersebut, maka gugatan permohonan perselisihan hasil pemilihan bupati-wakil bupati Bogor kepada KPU Kabupaten Bogor sebagai termohon akan dilanjutkan," ujar Herdiyan, di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 24 Juli 2018.

Herdiyan kembali menjelaskan sidang pemeriksaan pendahuluan di MK akan dimulai pada Kamis, 26 Juli 2018, dan hasil keputusannya paling lambat pada Jumat, 14 September 2018, mendatang.

"Sesuai Pasal 50 Ayat (1) PMK 5/2017, penyelesaian PHP Pilkada harus diputus dalam tenggang waktu paling lama 45 hari kerja sejak diregistrasi. Dan jatuh pada pada Jumat, 14 September 2018," paparnya.

Sementara itu, salah satu Komisioner KPU Kabupaten Bogor Akhmad Munjin menyatakan jajarannya siap mengahadapi persidangan gugatan perselisihan suara di Pilbup Bogor.

"Kami dibantu kuasa hukum negara yaitu Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor sudah mengantisipasi kemungkinan pengadilan perkara perselisihan suara di MK," ucapnya kepada Medcom.id, Selasa, 24 Juli 2018.

Terpisah, Jaro Ade bersama Inggrid Kansil mengaku menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini pada kuasa hukum dan demi menjaga amanah yang diberikan oleh masyarakat, maka perjuangan akan terus dilakukan melalui prosedur yang berlaku.

"Saya meminta agar masyarakat maupun tim pendukung JADI tetap menjaga kondusifitas di Kabupaten Bogor dan bersabar dengan berdoa agar kebahagiaan masyarakat cepat terwujud," ucapnya, Selasa, 24 Juli 2018.

Hasil pleno rekapitulasi suara di KPUD Kabupaten Bogor menetapkan pasangan Ade Yasin-Iwan Setiawan memperoleh suara terbanyak dalam Pilbup Bogor 2018. Mereka mendapat suara sebanyak 912.221 suara atau selisih 52.777 suara dibanding pasangan Ade Ruhandi-Inggrid Kansil (JADI) yang berada di posisi kedua. 

Sedangkan posisi ketiga dan keempat ditempati pasangan Fitri Nugraha-Bayu Syahjohan dan pasangan Ade Wardhana-Asep Ruhiyat. Di posisi terakhir ada pasangan Gunawan Hasan dan Fikri Rhoma Irama dengan perolehan suara 100.745 suara. 


(ALB)