Penyelenggara Pilkada Serentak 2018 Diminta Banyak Belajar

M Rodhi Aulia    •    Rabu, 14 Jun 2017 12:17 WIB
pilkada 2018
Penyelenggara Pilkada Serentak 2018 Diminta Banyak Belajar
Peluncuran pilkada 2018. Foto: MTVN/M. Rodhi Aulia.

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua KPU Arief Budiman meminta penyelenggara pilkada serentak 2018 belajar dari pesta demokrasi sebelumnya. Pilkada bakal berlangsung melibatkan jumlah pemilih cukup besar. 

Arief membeberkan dari segi jumlah, pada 2015 terdapat 269 daerah yang menggelar pilkada serentak. Kemudian pada 2017 terdapat 101 daerah. Kendati jumlah daerah pada pilkada serentak 2018 lebih sedikit ketimbang dari 2015, penyelenggara pemilu harus tetap sigap.

"Tetapi 171 daerah yang sekarang itu (Pilkada serentak 2018), daerah yang besar-besar. Jumlah pemilihnya yang cukup besar," kata Arief di sela peluncuran tahapan pilkada serentak 2018 di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 14 Juni 2017.

Menurut Arief, para peserta pemilu akan memasang strategi jitu dalam pertarungan kali ini. Dia ingin semua tahapannya dijalankan sesuai aturan yang ada.

Arief juga mengingatkan potensi perpecahan di tengah masyarakat akibat pilkada. Para penyelenggara pilkada diminta memahami masalah ini.

"Dia harus betul-betul menempatkan rasa semangat kinerja terutama netralitas dan independensi dan transparansi," ujar dia.

Tidak hanya itu, Arief juga meminta para peserta pilkada untuk turut menjaga situasi tetap kondusif. Mereka harus mencari suara dengan cara yang elegan. "Tidak lagi menggunakan isu-isu yang negatif," ucap dia.

Arief pun mengingatkan masing-masing individu masyarakat agar bisa memilah mana peserta yang menggunakan cara elegan atau tidak. "Kalau menang dengan cara yang tidak baik, tentu hasilnya bisa juga tidak baik. Maka pembelajaran luar biasa bagi seluruh komponen bangsa dan negara, termasuk masyarakat umum," tandas dia.

Sementara itu, anggaran yang dibutuhkan dalam penyelenggaran pilkada 2018 sekitar Rp14 triliun. Sebanyak 171 pilkada ini terdiri dari 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten.


(OGI)