Kesamaan Visi & Misi Jadi Syarat Agus-Sylvi Berkoalisi

Ilham wibowo    •    Kamis, 16 Feb 2017 08:52 WIB
pilgub dki 2017
Kesamaan Visi & Misi Jadi Syarat Agus-Sylvi Berkoalisi
Cagub Agus Harimurti Yudhoyono dan cawagub Sylviana Murni--Antara/M Agung Rajasa

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim sukses Agus-Sylvi memasang kuda-kuda untuk berkoalisi. Kesamaan visi dan misi menjadi syarat menjahit koalisi.

Partai pengusung pasangan calon nomor urut satu ini akan membedah visi dan misi dua pasangan calon lainnya. Hal itu untuk mencari kesamaan.

"Sampai sekarang kami masih berkoalisi. Empat partai pengusung (Agus-Sylvi) ini kami ajak untuk membedah visi misi paslon nomor dua (Ahok-Djarot) dan nomor tiga (Anies-Sandi)," kata Ketua timses pemenangan Agus-Sylvi, Nahrowi Ramli, di Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 15 Februari 2017.

Empat partai politik pengusung yakni Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih solid dalam satu gerbong koalisi.

Nachrowi akan segera menjalin komunikasi politik dengan dua calon pasangan lainnya. Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta ini memastikan akan memberikan dukungan koalisi.

"Kami belum bicarakan. Kita masih mau mengadakan komunikasi politik dulu. Yang penting tadi, visi misinya harus sejalan," kata Nachrowi.

Baca: Agus Tegar Hadapi Kekalahan

Sebelumnya, pasangan cagub/cawagub Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni resmi mengakui kekalahannya di Pilkada DKI 2017.

Agus bakalan tetap mendarmabhaktikan dirinya untuk bangsa Indonesia. "Saya bangga, tetaplah tegar, sabar, jangan kecil hati, semua ada hikmahnya," kata Agus di posko Agus-Silvi, Jalan Proklamasi Jakarta Pusat, Selasa 15 Februari 2017.

Agus menyadari, dirinya belum pantas untuk terpilih sebagai orang nomor satu di Ibu Kota. Dia percaya, ada jalan lain bagi dirinya untuk menjadi seorang pimpinan di masyarakat.

Agus tegaskan dirinya tidak akan pernah takut dengan kekalahan. Seperti dalam setiap kampanye, kata dia, Agus tidak pernah membicarakan kekalahan.


(YDH)