Pergerakan Kelompok Kriminal Bersenjata DIwaspadai Jelang Pilkada Papua

Damar Iradat    •    Selasa, 10 Oct 2017 14:27 WIB
pilkada serentak
Pergerakan Kelompok Kriminal Bersenjata DIwaspadai Jelang Pilkada Papua
Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar/ANT/M Agung Rajasa

Metrotvnews.com, Semarang: Kelompok kriminal bersenjata dianggap sebagai salah satu ancaman jelang Pilkada Serentak 2018 di Papua. Polisi bakal memelototi pergerakan kelompok tersebut.

"Kita perbantukan tim BKO ini di lokasi rawan kelompok kriminal bersenjata dan kedepankan tindakan preventif serta pengkondisian masyarakat," kata Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar di sela-sela Apel Kasatwil di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, Selasa 10 Oktober 2017.

Boy menjelaskan, salah satu tindakan preventif ialah menggelar dialog dengan tokoh-tokoh kelompok tersebut. Polisi juga sudah memetakan lokasi rawan dan tokoh-tokoh kelompok kriminal itu.

Beberapa peristiwa kekerasan yang terjadi terutama dari kelompok kriminal bersenjata sering mengganggu dengan tindakan-tindakan kekerasan baik terhadap petugas maupun warga. Ia memastikan lebih dulu menggunakan tindakan persuasif untuk mengantisipasi.

"Artinya, kalau dengan cara-cara persuasif tidak mempan, harus ada tindakan hukum tegas tapi terukur pada mereka. Karena mereka tidak boleh melakukan tindakan yang membahayakan, apalagi yang mengganggu keselamatan jiwa," tegas dia.

Polisi juga mengajak unsur masyarakat agama dan adat serta tokoh parpol pasangan calon berikut timsesnya menghadapi Pilkada 2018 dengan baik. Hal ini dilakukan agar bisa menciptakan dan mempromosikan pilkada yang damai di daerah masing-masing.

Boy menjelaskan, hal tersebut perlu dilakukan lantaran berkaca pada pengalaman lalu. Massa anarkis muncul karena digerakkan timses. Polisi perlu mengomunikasikan agar masyarakat tidak lagi melakukan hal tersebut.

"Kita berdialog dengan tokoh di level provinsi dan kabupaten. Hal Ini dilakukan sampai pelaksanaan hari kampanye. Kita ajak juga masyarakat berdialog dengan parpol agar tidak mengeksploitasi pengerahan massa yang sifatnya perbuatan anarkis," tegas mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini.

Kapolri Jendral Tito Karnavian sebelumnya menyebut Papua merupakan salah satu daerah yang terindikasi rawan konflik dalam Pilkada serentak 2018. Di Papua, setidaknya ada 7 kontestasi demokrasi, termasuk pemilihan gubernur Papua.
Sedangkan 6 kontestasi lainnya berada di tingkat kabupaten, antara lain; Kabupaten Paniai, Kabupaten Puncak, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Biak Numfor, dan Kabupaten Mimika.


(OJE)