Golkar Lempar Sinyal Duetkan Dedi dan Ridwan Kamil

M Rodhi Aulia    •    Selasa, 01 Aug 2017 19:19 WIB
pilgub jabar 2018
Golkar Lempar Sinyal Duetkan Dedi dan Ridwan Kamil
Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham (kanan) saat pemaparan hasil survei Poltracking Indonesia. (Foto: MI/Arizona Sudiro).

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Golkar ingin mengusung Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi dalam Pilgub Jawa Barat 2018. Tak menutup kemungkinan bagi Golkar untuk memasangkan Dedi dengan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil.

Sekjen Golkar Idrus Marham menyebut dalam beberapa survei, elektabilitas Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil (RK), bila dipasangkan dengan Dedi Mulyadi, tinggi.

"Dari survei yang ada, ada beberapa variasi. Kalau misalnya RK dengan Dedi di atas 50 persen. Kalau enggak salah, 57 persen lebih lah," kata Idrus di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Selasa 1 Agustus 2017.

Simulasi itu menempatkan Kang Emil sebagai gubernur dan Dedi sebagai wakil gubernur. Simulasi dilakukan sejumlah lembaga survei nasional yang bekerjasama dengan Golkar.

Dalam simulasi lainnya ketika Dedi disandingkan dengan Desy Ratnasari, elektabilitasnya mendekati 50 persen. Tidak ada perbedaan signifikan bila dibandingkan dengan simulasi Dedi dipasangkan dengan Kang Emil.

(Baca juga: Tiga Nama Ini Bakal Bertarung Sengit di Pilgub Jabar 2018)

Menurut Idrus, pengusungan Dedi dari Golkar terganjal rekomendasi. Partai berlambang pohon beringin itu masih melakukan komunikasi politik dengan partai lain.

"Dukungan dalam dunia politik itu kan sangat dinamis. Sangat cair. Dinamika itu yang kita ikuti beberapa saat ini. Kita coba lihat beberapa hari ke depan. Apakah Dedi sebagai nomor 1 (cagub) atau nomor 2 (cawagub) ini letaknya di sini (penentuan)1" ujar dia.

Di tempat yang sama, Dedi Mulyadi menuturkan bahwa Golkar harus berkoalisi dengan partai politik lain. Dedi mengaku sudah menjalin komunikasi, tapi ia enggan mengungkapkan secara rinci.

Ketika ditanya jika diduetkan dengan Kang Emil, Dedi mengaku belum pernah menjalin komunikasi terkait ini. Dedi ingin berpasangan dengan sosok yang memiliki komitmen terhadap partai, bukan sekadar menggunakan perahu.

"Sampai hari ini saya tidak memiliki komunikasi (dengan kang Emil)," tutup dia.




(HUS)