Nurdin-Aziz Tawarkan Empat 'Kartu Sakti' untuk Sulsel

Andi Aan Pranata    •    Selasa, 13 Mar 2018 12:17 WIB
pilkada serentakpilkada 2018
Nurdin-Aziz Tawarkan Empat 'Kartu Sakti' untuk Sulsel
Nurdin Halid memperlihatkan contoh Kartu Sulsel Baru

Makassar: Pasangan kandidat gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar menawarkan serangkaian layanan pro-rakyat jika terpilih. Layanan tersebut dirangkum dan diakses dalam wujud program empat 'kartu sakti'.

Kartu tersebut masing-masing Kartu Sulsel Baru, Kartu Anak Pintar, Kartu Anak Sehat, dan Kartu Mahasiswa Pintar. Baik Nurdin maupun Aziz kerap menggunakan agenda kampanye tatap muka dan dialogis untuk menjelaskan masing-masing kegunaannya bagi masyarakat.

"Kartu-kartu ini dihadirkan sebagai jawaban atas berbagai persoalan di tengah masyarakat. Dibuat sebagai wujud program pro-kampung yang menjadi kebutuhan warga," kata Nurdin Halid pada kampanye tatap muka di Kabupaten Maros, Sulsel, Selasa 13 Maret 2018.

Nurdin lalu menjelaskan secara sederhana fungsi masing-masing 'kartu sakti'. Kartu Sulsel Baru, dia mengatakan, merupakan akses bagi masyarakat mendapatkan berbagai kemudahan layanan dan program pemerintah. Antara lain program kesehatan gratis berbasis KTP, kredit usaha tanpa bunga, penyaluran bibit unggul gratis, dan lain-lain.

Kartu Anak Pintar dan Kartu Anak Sehat dibuat khusus untuk program di bidang pendidikan. Kartu-kartu ini akan diberikan kepada siswa sekolah di kalangan kurang mampu. Masing-masing dengan isi uang tunai berkisar Rp500 ribu hingga Rp1 juta per semester.

Nurdin mengatakan Kartu Anak Pintar bisa digunakan siswa berbelanja keperluan di samping seragam dan perlengkapan belajar, yang disediakan cuma-cuma oleh pemerintah. Adapun Kartu Anak Sehat untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa, seperti membeli susu dan vitamin.

"Dua kartu ini dihadirkan untuk menciptakan kesetaraan dan keseimbangan di kalangan siswa. Karena saat anak orang kaya bisa minum susu setiap hari, anak orang miskin belum tentu bisa sekali seminggu," ujar Nurdin.

Satu kartu lainnya, Kartu Mahasiswa Pintar, juga menyasar bidang pendidikan, namun di tingkat lebih tinggi. Pemegang kartu ini dari kalangan keluarga miskin, diberi kemudahan berupa gratis biaya kuliah dua semester awal. Adapun yang berprestasi dibantu dengan jaringan beasiswa dari berbagai sumber, baik pemerintah maupun swasta.

"Tujuannya juga sama, untuk kesetaraan bagi masyarakat Sulsel. Tidak boleh ada yang terhambat kuliah karena persoalan biaya," Nurdin mengatakan. 

Nurdin-Aziz Qahhar diusung koalisi lima parpol, yakni Golkar, NasDem, Hanura, PKB, dan PKPI. Mereka bersaing dengan tiga pasang kandidat lain di Pilgub Sulsel.

Pada masa kampanye, masing-masing kandidat berupaya menggalang dukungan publik lewat program unggulan. Agus Arifin Nu'mang dan Tanribali Lamo misalnya, fokus pada pengentasan kemiskinan. Jika diberi amanah memimpin Sulsel, Agus-Tanribali siap menurunkan angka kemiskinan dari 9,4 menjadi tersisa lima persen dari total penduduk.

“Angka 4,5 sampai 5 persen ini setara dengan 450.000 warga miskin,” kata juru bicara Agus-Tanribali, Andry Suryana Arief Bulu.


(ALB)