Ridwan Kamil Akui Sulit Maju Lewat Jalur Independen

Roni Kurniawan    •    Jumat, 17 Mar 2017 17:17 WIB
pilkada 2018
Ridwan Kamil Akui Sulit Maju Lewat Jalur Independen
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil -- MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Bandung: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku siap maju ke pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Barat pada 2018. Bahkan, Partai Nasional Demokrat (NasDem) akan deklarasi memberikan dukungan terhadap Ridwan Kamil.

Pria yang akrab disapa Emil ini menuturkan, hingga kini baru NasDem yang terang-terangan memberikan dukungan secara formal. Namun, suara NasDem di DPRD Provinsi Jawa Barat belum cukup kuat untuk mengusung Emil karena baru memiliki 5 kursi dari 20 kursi yang menjadi syarat untuk mencalonkan gubernur Jabar.

"Makanya, saya bilang saya enggak pilih-pilih. Kalau saya pilih-pilih, jumlahnya enggak cukup. Terus saya Ge-Er kan enggak bisa, terus baper," kata Emil di Kantor PDAM Tirta Wening Kota Bandung, Jalan Badak Singa, Bandung, Jawa Barat, Jumat, 17 Maret 2017.

(Baca: Ridwan Kamil Klaim Dapat Dukungan Maju Pilgub Jabar)

Emil mengaku, cukup sulit jika harus menempuh jalur independen untuk memperebutkan kursi nomor satu di Jabar. Pasalnya, Emil setidaknya harus mempunyai dukungan dari warga berupa foto copy kartu identitas penduduk (KTP) dua hingga 3 juta jika maju melalui jalur independen.

"Sedang dihitung juga, karena masih simpang-siur ngumpulin KTP 2 juta apa 3 juta. Enggak bisa Bandung saja, tapi harus merata. Jaringannya ada enggak?" ujar Emil.

Opsi tersebut diakui Emil cukup berat karena warga Jabar tercatat ada 30 juta. Ia pun mengaku tidak bisa menyimpulkan secara sederhana jika maju melalui jalur independen.

"Ada (opsi independen). Tapi berat, karena sekian persen dikali populasi yang luar biasa paling banyak. Tidak sesederhana itu," tuturnya.

Menurut Emil, komunikasi politik untuk maju dalam Pilgub Jabar 2018 terus dibangun, di antaranya dengan PKS, PDI Perjuangan, Gerindra, Hanura, NasDem, dan PPP. Hal ini diakui Emil untuk menjaga komunikasi sebagai seseorang tanpa partai politik.

"Jadi, sebagai orang timur saya sopan santun saja berkomunikasi terus," lanjutnya.

Komunikasi, kata Emil, perlu dilakukan mengingat kadang-kadang partai politik memberikan keputusannya di detik-detik terakhir. Ia membutuhkan partai untuk maju.

"Faktanya semua partai sudah melakukan komunikasi politik, termasuk PDI Perjuangan juga. Tapi, belum ada yang konkret. Nanti kalau semua terkesan mendukung, padahal ternyata tidak ada hitam putih, terus saya ini kan nanti baper kalau bahasa sekarang. Tapi, sekarang ini yang paling cepat baru NasDem yang akan kasih dukungan, deklarasi nanti Minggu," pungkasnya.

(Baca: NasDem Dukung Ridwan Kamil Maju di Pilgub Jabar)


(NIN)