Golkar akan Usut Permintaan Mahar Rp10 Miliar

Juven Martua Sitompul    •    Sabtu, 30 Sep 2017 10:02 WIB
pilgub jabar 2018
Golkar akan Usut Permintaan Mahar Rp10 Miliar
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi usai bertemu Ical di Bakrie Tower, Jumat 29 September 2017. Foto: Metrotvnews.com/Juven

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Golkar bakal mengusut oknum yang menetapkan mahar Rp10 miliar bagi yang berniat maju di pemilihan gubernur Jawa Barat. Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjadi korban dari permintaan mahar ini.

"Persoalan ini akan dibahas usai kita melewati masa-masa berat belakangan ini," kata Dedi yang juga bupati Purwakarta, usai bertemu Ketua Dewan Pembinaan Golkar Aburizal Bakrie, di Epicentrum, Jakarta, Jumat 29 September 2017.

Partai Golkar tengah menghadapi sejumlah ujian. Salah satunya dugaan korupsi KTP elektronik (KTP-el) yang membelit Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

Sejumlah kepala daerah dari Golkar juga banyak yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK, seperti Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi, Wali Kota Tegas Siti Mashita Soeparno, dan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti. Kasus-kasus lancung itu disebut menggerus elektabilitas partai beringin ini.

Modus lama

Dedi mengatakan permintaan mahar politik sudah lama dilaporkan ke elite Partai Golkar. Namun, ia menolak menyebut siapa orang yang memalaknya dengan dalil mahar politik itu.

"Sudah saya laporkan sejak lama sebelum meminta laporan sejak dulu. Ini ada orang kok telepon-telepon urusan rekomendasi, bagaimana sih," ujar dia.

Kendati begitu, Dedi mengaku tahu siapa orang yang meminta mahar itu. Bahkan, Dedi beberapa kali bertemu dengan orang tersebut.

"Dia mengaku dekat dengan DPP. Itu saja. Saya kenal kok orangnya, dari telepon tapi pernah juga ketemu beberapa kali," kata Dedi.

Dedi berniat maju menjadi calon gubernur Jabar. Namun, beredar surat rekomendasi Golkar menjatuhkan pilihan ke Ridwan Kamil. Sejumlah petinggi sudah membantah rekomendasi itu.


(UWA)