Poltracking: Ridwan Kamil Dominasi Jawa Barat

Dheri Agriesta    •    Selasa, 05 Dec 2017 14:51 WIB
pilgub jabar 2018
Poltracking: Ridwan Kamil Dominasi Jawa Barat
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil/ANT/Irwansyah Putra

Jakarta: Elektabilitas Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) tertinggi di Jawa Barat. Hasil survei Poltracking Indonesia soal elektabilitas kandidat gubernur dan preferensi pemilih Pilgub Jabar 2018, 24,2 persen masyarakat memilih Ridwan Kamil melalui pertanyaan spontan.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yudha menjelaskan elektabilitas Emil disusul Deddy Mizwar dengan perolehan 7,1 persen dan Dedi Mulyadi 4,3 persen.

Poltracking kemudian mencari tahu pilihan responden dengan menampilkan 20 calon yang akan bertarung di Jawa Barat. Pada simulasi ini, Ridwan Kamil kembali mendominasi.

"Angkanya ditemukan Ridwan Kamil 41,8 persen, Deddy Mizwar 18,0 persen, dan Abdullah Gymnastiar (Aa' Gym) 8,6 persen, disusul Dedi Mulyadi 8,3 persen," jelas Hanta di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 5 Desember 2017.

Emil juga masih merajai saat 10 nama disodorkan kepada responden. Ia meraih 42 persen dukungan. Posisi kedua diisi Deddy Mizwar sedangkan Dedi Mulyadi pada posisi ketiga.

Emil bahkan memperoleh 43,7 persen saat disimulasikan dengan empat calon lain, di antaranya Deddy Mizwar, Dedi Mulyadi, Dede Yusuf, dan Susi Pudjiastuti.

Emil kembali berjaya saat Poltracking membuat simulasi head to head antara dirinya dan Deddy Mizwar. Hanta mengatakan Emil nyaris mendapatkan separuh dukungan.

"Ridwan Kamil mendapatkan 49,4 persen, Deddy Mizwar 28,8 persen. Sedangkan yang tidak tahu sebanyak 21,8 persen. Artinya, jika Pilkada Jabar 2018 nanti hanya diikuti dua kandidat ini, suara akan banyak terdistribusi ke Ridwan Kamil," jelas Hanta.

Survei dilaksanakan pada 10-15 November 2017 terhadap 1.200 responden. Survei menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error 2,8 persen.

Populasi survei merupakan warga negara Indonesia di Jawa Barat yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan berlaku. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner.


(OJE)