Bawaslu Waspada Aksi Persekusi dalam Pilkada

Dheri Agriesta    •    Jumat, 02 Jun 2017 12:38 WIB
kekerasan
Bawaslu Waspada Aksi Persekusi dalam Pilkada
Ilustrasi kekerasan. Foto: MTVN/Rakhmat Riyandi.

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan Misbah sadar media sosial menjadi tantangan buat lembaganya dalam mengawasi proses pemilihan umum, khususnya pilkada serentak 2018. Selain kampanye negatif dan penggunaan isu SARA, Abhan juga waspada aksi persekusi yang marak dilakukan belakangan.

Abhan mencermati aksi persekusi yang dilakukan beberapa organisasi kemasyarakatan (ormas). Persekusi mendapatkan fokus dalam pengawasan pemilu.

"Itu (persekusi) jadi satu tantangan, dan itu harus diselesaikan. Nanti kita segera menyusun indeks kerawanan pemilu, baik 2018 maupun 2019," kata Abhan di di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat 2 Juni 2017.

Abhan baru saja bertemu Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. Mereka membicarakan perkembangan persiapan pilkada serentak 2018.

Bawaslu tengah mengumpulkan data terkait indeks kerawanan pemilu ini. Abhan berjanji akan merilis dokumen ini saat data selesai dikumpulkan.

Baca: Negara Jangan Kalah dengan Polisi dan Hakim Jalanan

Abhan menilai, media sosial harus mendapatkan porsi perhatian lebih. Berkaca dari pilkada serentak 2017, Bawaslu tengah mencari cara agar penanganan secara hukum untuk pelanggaran di media sosial.

Dia menambahkan, peraturan yang ada saat ini sebenarnya sudah bisa menindak pelanggaran di media sosial. Tapi, Bawaslu ingin peraturan ini dilengkapi agar penanganan bisa dilakukan secara maksimal.

Baca: Dua Orang Ditangkap Diduga Persekusi di Jakarta Timur

"Upaya preventif harus dilakukan dan penegakan hukum, jika di UU Pemilu tidak menjangkau, (maka) di UU (yang) umum," tegas Abhan.


(OGI)