Gerindra Serius dengan Poros Baru di Pilkada Jabar

Ilham wibowo    •    Jumat, 13 Oct 2017 10:49 WIB
pilgub jabar 2018
Gerindra Serius dengan Poros Baru di Pilkada Jabar
Ilustrasi: Pilgub. Foto: MTVN/Mohammad Rizal.

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Gerindra serius membentuk poros baru di pemilihan kepala daerah (pilkada) Jawa Barat. Demokrat, PPP, dan PAN diklaim telah menentukan sikap untuk berjuang bersama.

Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid mengatakan, tak masuknya PKS di daftar susunan partai koalisi itu bukan berarti pihaknya langsung menutup pintu. Poros baru dibentuk guna memberikan alternatif pilihan terbaik untuk memimpin Jabar periode mendatang.

"Gerindra mengembangkan beberapa poros saja. Jadi bukan hanya poros baru tapi istilah kami mengembangkan poros," kata Sodik saat dihubungi Metrotvnews.com, Jumat 13 Oktober 2017.

Menurut dia, masih banyak pilihan tokoh yang berpotensi dan memiliki kapabilitas memimpin Jabar. Meski masih menjaga hubungan koalisi, kata Sodik, poros baru tak ingin hanya terpaku pada pasangan calon yang telah diusung PKS, Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar dan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu.

"Nah dari poros baru ini akan ada calon-calon lain yang nanti diuji mana yang terbaik disandingkan dengan calon lama," ucap dia.

Penentuan pasangan calon yang akan diusung poros baru masih menunggu kajian dan musyawarah pimpinan maupun pengurus pusat masing-masing partai koalisi. Ia menegaskan, partai yang dipimpin Prabowo Subianto itu akan bersikap cair untuk memilih yang terbaik.

"Kita berharap masih diusahakan untuk PKS bergabung dengan poros baru, masih terbuka dan belum final," ujar Sodik.

Berdasarkan kepemilikan wakil di parlemen, poros baru ini total mempunyai 36 kursi di DPRD Jabar. Rinciannya, Demokrat sebanyak 12 kursi, Gerindra 11 kursi, PPP 9 kursi dan PAN 4 kursi. Jumlah kursi itu sudah cukup untuk mengusung calon gubernur dan wakil gubernur.

Baca: Deddy Mizwar belum Dilirik Poros Baru

Ada delapan nama yang diusulkan koalisi Poros baru ini. Mereka dianggap punya kapasitas dan kualitas untuk bertarung di pilkada Jabar melawan calon yang telah resmi dideklarasikan, seperti Wali Kota Bandung Ridwan Kamil oleh Partai NasDem.

Dari Partai Gerindra ada dua nama yang muncul, Ketua DPD Gerindra Jabar Mulyadi dan Burhanudin Abdullah. Demokrat mengusulkan Ketua DPD Demokrat Jabar Iwan Sulanjana, Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf, dan Herman Khaeron yang juga anggota DPR RI.

Dari PAN muncul anggota DPR RI Desy Ratnasari. Sementara itu, PPP memunculkan dua nama, yaitu Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum dan pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya, Tasikmalaya, K. H. Asep Maoshul.




(OGI)