KPU Tetapkan Arinal Gubernur Lampung Terpilih

Eva Pardiana    •    Minggu, 12 Aug 2018 17:15 WIB
pilkada serentakpilkada 2018
KPU Tetapkan Arinal Gubernur Lampung Terpilih
Arinal Djunaidi selepas menyalurkan hak suaranya, Rabu (27/6/2018). Foto: Antara

Lampung: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung resmi menetapkan pasangan Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim (Arinal-Nunik) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung terpilih hasil Pilkada Serentak 27 Juni 2018. Penetapan tersebut dilaksanakan dalam pleno terbuka yang digelar di Bandarlampung, Minggu, 12 Agustus 2018. 

Arinal-Nunik ditetapkan sebagai gubernur dan wakil gubernur setelah Mahkamah Konstitusi menolak gugatan perkara nomor 41 dan 46 tanggal 23 juni 2018 atas nama M. Ridho Ficardo-Bacahtiar Basri dan Herman HN-Sutono yang ditujukan kepada KPU Lampung.

"Perkara 41 dan 46 dinyatakan tidak dapat diterima, sehingga konsekuensinya KPU segera menetapkan gubernur dan wakil gubernur terpilih. Kami memilih hari Minggu karena besok (Senin) sudah memasuki sidang sengketa DCS (Daftar Calon Sementara) pemilihan legislatif," ujar Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono dalam rapat pleno di Novotel Bandar Lampung, Minggu, 12 Agustus 2018. 

"Maka dengan ini KPU Lampung menetapkan pasangan calon atas nama Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim yang diusung partai Golkar, PKB, dan PAN dengan perolehan suara 1.548.506 atau 37,78%," lanjut Nanang.

Pasca penetapan, Arinal mengaku bahagia. Namun menurutnya yang terpenting bukanlah merayakan kemenangan tapi berfikir bagaimana merealisasikan janji-janji kampanye yang ia sampaikan kepada masyarakat. "Mewujudkan janji dan ucapan kampanye lebih berat dari meraih kemenangan ini," ujarnya.

Masih ada waktu selama kurang dari setahun bagi Arinal-Nunik sebelum dilantik, menunggu masa akhir jabatan M. Ridho Ficardo-Bachtiar Basri yang habis pada 2 Juni 2019 mendatang. Sambil menunggu dilantik, Arinal-Nunik akan membentuk tim transisi yang akan membantu mempersiapkan program kerja dan melanjutkan pembangunan di Provinsi Lampung.

"Sampai Juni 2019 nanti, kami akan berbuat dan berfikir secara konseptual, ada 33 janji kerja dan 9 prioritas pembangunan. Tim transisi mempersiapkan agar kami bisa bekerja dengan baik menyelesaikan ketimpangan dan mewujudkan kesejahteraan," ujar Arinal.

Nunik menambahkan, masa jeda yang cukup panjang dari penetapan hingga pelantikan menjadi keuntungan baginya. "Kami bisa membreakdown program kerja lebih detail lagi agar begitu dilantik bisa langsung kerja," kata Nunik yang masih menjabat sebagai Bupati Lampung Timur itu. 


(ALB)