Sandiaga Uno Jadi Penyumbang Terbesar Kampanye Pilkada DKI Jakarta

Whisnu Mardiansyah    •    Kamis, 09 Mar 2017 05:25 WIB
pilgub dki 2017
Sandiaga Uno Jadi Penyumbang Terbesar Kampanye Pilkada DKI Jakarta
Cawagub DKI Jakarta Sandiaga Uno (tengah). (Foto: MI/Rommy Pujianto).

Metrotvnews.com, Jakarta: Laporan dana kampanye pasangan Anies-Sandi pada Pilkada putaran pertama kemarin menghabiskan dana sekitar Rp65,3 miliar. Sebanyak lebih dari 90 persen dana kampanye, berasal dari kantong pribadi Sandiaga Uno.

Mantan Ketua HIPMI itu memang jor-joran dalam pengeluaran dana kampanye. Dalam kurun waktu periode Oktober hingga Desember 2016 saja, Sandi telah merogoh kocek pribadinya sebesar Rp44,8 miliar dari total dana kampanye Rp46,7 miliar yang terkumpul pada saat itu.

Sementara pasangannya Anies Baswedan yang sejatinya bakal manjadi calon atasannya di pemerintahan kelak hanya menyumbang Rp400 juta. Jauh di bawah uang yang digelontorkan Sandi.

Dengan total dana sebesar itu, Sandi mengatakan jumlahnya tidak seberapa. Bahkan tak mencapai satu persen dari total kekayannya yang dilaporkan ke KPU sebesar lebih dari Rp4 triliun.

"Saya ikhlas, jangan hitung-hitung. Saya (berikan) belum sampai satu persen. Sementara Mas Anies sudah 10 persen, jadi itu tidak sepadan. Saya lebih suka mengatasnamakan secara pribadi demi pendidikan politik yang transparan," kata Sandi di Posko Melawai 12 Januari lalu.

Dengan timpangnya sumbangan dana kampanye antara Anies dan Sandi akan mempengaruhi porsi kekuasaan keduanya jika benar-benar menduduki singgasana Balai Kota DKI Jakarta.

Sebagai penyuplai dana terbesar, Sandi berjanji jika terpilih nanti hal tersebut tidak akan mempengaruhi porsi kekuasaan dan pembagian kebijakan antara gubernur dan wakil gubernur. Mengingat dirinya kini hanya dicalonkan sebagai orang nomor dua di Jakarta.

"Kita enggak pernah ada kesepakatan itu, kita murni ingin berjuang untuk warga Jakarta," kata Sandi di Posko Anies-Sandi, Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 8 Maret 2017.
 
Kata Sandi, ia sendiri bertanggung jawab atas kekurangan dana kampanye pasangan Anies-Sandi. Perkiraannya meleset terkait penyumbang dana kampanye dari pihak swasta dan partai yang tak sebesar dugaan.

Dari pihak swasta jumlahnya tidak mencapai Rp1 miliar hanya sebesar Rp908 juta. Sedangkan partai pengusung Gerindra dan PKS masing-masing hanya menyumbang Rp750 juta dan Rp350 juta.

"Ternyata dugaan saya meleset berkaitan dengan sumbangan ke kita. Saya yang bertanggung jawab saya yang akan menutupi itu," kata Sandi.

Total penerimaan dana kampanye pada Pilkada putaran pertama lalu sejak rekening khusus dana kampanye dibuka sebesar Rp65,3 miliar. Penerimaan dana tersebut berasal dari lima pihak, Partai Gerindra Rp750 juta, PKS Rp350 juta, Anies Rasyid Baswedan Rp400 juta, Sandiaga Salahuddin Uno Rp62,85 miliar, serta perusahaan swasta Rp908 juta.

Menghadapi Pilkada putaran kedua, Sandi mulai mengencangkan ikat pinggang. Ia mewanti-wanti kepada tim pemenangannya agar bisa menekan dana kampanye serendah mungkin.

"Sumber daya kita paling terbatas dan tidak didukung konglomerat jadi kita harus menghemat sehemat mungkin," kata Sandi.

Sandi belum bisa memprediksi berapa dalam lagi koceknya bakal dirogoh untuk biaya kampanye Pilkada putaran kedua ini. Terlebih kata Sandi saat ini tim kampanyenya mengalami keterbatasan pendanaan.

"Belum tahu, tapi saya pernah disodorkan angka yang sangat tinggi sekali, saya bilang tolong ditelaah lebih lanjut dan dipastikan seefisien mungkin," pungkasnya.


(HUS)