Survei: Khofifah-Emil Menang di Madura

Amaluddin    •    Rabu, 14 Mar 2018 19:48 WIB
pilkada serentakpilkada 2018pilgub jatim 2018
Survei: Khofifah-Emil Menang di Madura
Tim Polmark Indonesia saat merilis hasil survei Pilgub Jatim 2018. (Medcom.id/Amal).

Surabaya: Pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak diprediksi menang telak di wilayah Madura atas lawannya Saifullah Yusuf alias Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno. Kemenangan Khofifah mencapai 57,7 persen.

"Jauh jika dibandingkan pasangan Gus Ipul-Puti hanya sebesar 25,4 persen," kata Direktur Riset Polmark Indonesia, Eko Bambang Subiantoro saat jumpa pers di Hotel Mercure, Surabaya, Rabu, 14 Maret 2018.

Meski menang di wilayah madura, pasangan Gus Ipul-Puti unggul di sejumlah wilayah di Jatim. Antara lain di Mataraman sebesar 37,0 persen, Tapal Kuda/Pendalungan sebesar 48,7 persen, dan wilayah Arek sebesar 50,0 persen.

"Sedangkan pasangan Khofifah-Emil di wilayah Mataraman sebesar 23,8 persen, Tapal Kuda/Pendalungan sebesar 18,7 persen, dan wilayah Arek sebesar 27,0 persen," kata Eko.

Menurut Eko, pasangan Gus Ipul-Puti memiliki basis massa lebih banyak dari pasangan Khofifah-Emil. Hasil survei menyebutkan berbagai alasan yang mendasari para responden, dalam menentukan pilihannya kepada para pasangan calon Pilgub Jatim. 

Untuk pasangan Gus Ipul-Puti, sebesar 22,6 persen responden menyatakan memilih pasangan ini karena sosok Gus Ipul dianggap berpengalaman dalam pemimpin Jatim. 

Gus Ipul sendiri sudah dua periode mendampingi Soekarwo memimpin Jatim. Kemudian sebesar 5,8 Persen responden memilih Gus Ipul-Puti karena mengidolakan mereka. 

"Gus Ipul-Puti juga dipilih 5,8 responden yang ingin Jatim berubah. Sedangkan 3,5 persen menyatakan Gus Ipul adalah santri yang dekat ulama," kata Eko.

Demikian juga dengan pasangan Khofifah-Emil, responden tertinggi sebanyak 6 persen menyatakan alasan mereka memilih nomor satu karena pasangan ini dianggap peduli dan merakyat. Lalu 3,8 persen memilih mantan Menteri Sosial ini karena Khofifah adalah tokoh sentral di Muslimat NU. 

"Kemudian sebesar 3,7 Persen responden memilih Khofifah karena dianggap berkinerja baik selama menjadi Mensos," katanya.

Survei ini dilakukan pada 6-11 Februari 2018 dengan populasi warga Jatim yang memiliki hak pilih, 17 tahun ke atas dengan responden sebanyak 1.200 orang. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan margin error sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Untuk porsi jenis kelamin, laki-laki dan perempuan dibuat imbang.


(ALB)