Pemilih Tunanetra Didampingi hingga Bilik Suara

Media Indonesia    •    Kamis, 15 Feb 2018 08:08 WIB
tuna netrapilkada serentak
Pemilih Tunanetra Didampingi hingga Bilik Suara
Ilustrasi--Seorang pemilih difabel memasukkan surat suara ke kotak suara saat simulasi pilkada di halaman Kantor Wali Kota Blitar, Jawa Timur, Kamis (21/8/2015). Foto: Antara/Irfan Anshori

Temanggung: Pemilih tunenetra pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 akan didampingi hingga bilik suara. Namun, pencoblosannya dilakukan sendiri dengan disaksikan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Pencoblosan baru diserahkan kepada pendamping apabila penyandang tunenetra juga tidak memiliki tangan. "Tidak akan rawan untuk diarahkan karena pendamping yang dipilih juga harus orang yang dipercaya," kata komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Temanggung Ari Murti Hendrowardhani di Temanggung, Rabu, 14 Februari 2018.

KPU, jelas dia, juga telah menyiapkan surat suara dengan template lengkap nomor dan nama pasangan calon untuk memudahkan penyandang tunanetra.

Baca: Pendamping Pemilih Difabel Wajib Punya Surat Pernyataan

Penyandang disabilitas fisik lain, lanjut Ari, hanya dibantu sampai bilik suara. Meski demikian, sepanjang pemilih butuh bantuan, pihaknya siap membantu hingga ke bilik suara.

Pihak kepolisian juga terus mempersiapkan diri dalam menghadapi pilkada. Sebanyak 833 aparat keamanan menggelar simulasi pengamanan pilkada di Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Simulasi diwarnai dua kali ledakan bom rakitan. Ledakan juga sampai menerbangkan ban sepeda motor setinggi sekitar 20 meter.

Kapolda NTT Irjen Raja Erizman mengatakan simulasi pengamanan pilkada memperlihatkan Polri dan TNI solid dan bersinergi pengamanan pilkada. "Saya mengingatkan pihak-pihak yang mencoba menfganggu pilkada, apalagi menggagalkan, Polri dan TNI siap melakukan pengamanan," katanya.

Sebanyak 600 personel kepolisian, TNI, Satpol PP, dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) mengikuti simulasi sistem pengamanan kota (sispamkota) di Alun-Alun Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng).

Kapolres Purbalingga AKB Nugroho Agus Setiawan mengatakan, simulasi digelar untuk meningkatkan kemampuan profesionalitas anggota Polri dan meningkatkan sinergitas antara Polri, TNI, dan unsur pengamanan lain.

"Karena para personel inilah yang akan bertugas di lapangan pengamanan Pilkada Jateng," tegas Nugroho.



(YDH)