Obrolan Uang Antara Calon dan Partai tak Selalu Mahar

Mustholih    •    Sabtu, 13 Jan 2018 14:15 WIB
pilkada serentakpilgub jateng 2018
Obrolan Uang Antara Calon dan Partai tak Selalu Mahar
Sudirman Said usai menjalani pemeriksaan kesehatan jasmani di RSUP Dokter Kariadi, Semarang. Foto: Medcom.id/Mustholih

Semarang: Bakal calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said membantah ada kutipan mahar dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Tengah (Jateng) 2018. Tiga partai yang mengusung Sudirman Said tidak pernah meminta uang setoran.

Walau demikian, dia mengakui ada pembicaran seputar uang dengan partai pengusung. Tapi, dia menegaskan pembicaraan tersebut soal biaya yang dibutuhkan untuk kampanye.

"Kita tentu diskusi biaya. Tapi tidak dalam bentuk mahar. Kalau mahar kesannya, kalau enggak kasih (mahar), terus enggak diberi (rekomendasi)," kata Sudirman Said di RSUP Dokter Kariadi, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 13 Januari 2018.

Sebelum rekomendasi sebagai kandidat calon Gubernur turun, Sudirman mengaku lebih banyak berbicara soal idealisme, program, dan cita-cita membangun Jateng. Dari seluruh partai yang mendukung saya, tidak satu pun bicara mahar.

Sudirman mengakui butuh biaya besar untuk berkompetisi di Pilkada Jateng 2018. Ongkos tersebut meliputi pembiayaan cetak baliho dan saksi-saksi.

"Kita tidak bicara patokan-patokan. Saya enggak punya uang sebanyak itu," ujar Sudirman.

Dia pun mengomentari soal kutipan mahar yang dibuka oleh La Nyalla Mataliti. La Nyalla mengaku dipalak uang mahar Rp40 miliar.

Sudirman pun mengakui sempat diminta persiapkan uang saat pertemuan dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto. Prabowo sempat menyinggung soal pembiayaan saksi.

"Betul Pak Prabowo bicara saksi dan semua partai bicara saksi karena Jateng sangat luas kan? Jadi kalau ditanya 'bisa enggak menyiapkan biaya?', tentu saja harus bisa," tegas Sudirman Said.


Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Antara/Ismar Patrizki

Hal senada juga diungkap oleh kandidat Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Menurut Ganjar, sebelum diusung sebagai calon Gubernur petahana dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dirinya tidak pernah dimintakan uang mahar.

"Enggak ada. Duit segitu gede banget duitnya siapa," kata Ganjar.

Dia tidak memungkiri banyak berbicara uang dengan partai. Tapi pembicaraan tersebut soal biaya dan kemungkinan pemasukan untuk kampanye.

"Kalau biaya kampanye pasti ada. Masa enggak ada," tegas Ganjar.

Dalam tradisi PDI-Perjuangan, biasanya biaya kampanye ditanggung bareng-bareng oleh kader partai. Menurut Ganjar, dana kolekan kampanye PDI-Perjuangan dikelola secara transparan.

"Tradisi PDI-Perjuangan enggak dipatok. Saya ini dipatok apanya. Tapi ada kontribusi banyak orang, donatur. Transparan juga," ungkap Ganjar.