Pilkada 2018 Diharapkan Minim Isu SARA

M Sholahadhin Azhar    •    Selasa, 13 Jun 2017 10:14 WIB
pilkada 2018
Pilkada 2018 Diharapkan Minim Isu SARA
Ilustrasi pilkada. Foto: MTVN.

Metrotvnews.com, Jakarta: Berkembang biaknya isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di pemilihan kepala daerah (pilkada) 2017, khususnya di DKI Jakarta, harus segera diakhiri. Hal itu tak boleh menular ke pesta demokrasi lain.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berharap Pilkada 2018 akan lebih berkualitas. Pesta demokrasi ini harus mempertarungkan gagasan program dan visi ke depan.

"Bukannya kampanye mengembangkan SARA misalnya atau ujaran kebencian," kata Tjahjo melalui pesan pendek, Selasa 14 Juni 2017.

Pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah harus mengedepankan program mereka. Mereka harus memikirkan bagaimana kiat dan konsistensi nantinya ketika berhasil terpilih, memenuhi janji politiknya.

Bibit-bibit SARA mulai disemai di ladang yang akan dipersiapkan untuk pilkada 2018. Di Jawa Barat misalnya, sudah tensi politik meningkat karena oknum buzzer media sosial. Oknum tersebut menyebar kebencian dan mengangkat isu SARA melalui akunnya.

"Kemendagri sudah mempersiapkan sedini mungkin, terkait mendorong kesiapan daerah provinsi, kabupaten/kota yang akan pilkada," kata Tjahjo merespon indikasi masalah itu.

Prinsipnya, ia mengimbau seluruh pihak yang terlibat untuk lebih dewasa, tidak menggunakan isu SARA dan permusuhan sebagai komoditas. "Dengan beradu konsep/gagasan, adu ide untuk membangun dan kemaslahatan masyarakat dan daerah," pungkas Tjahjo.

Seperti diketahui, pertarungan di pilkada 2018 lebih luas cakupannya dari pesta demokrasi di 2017. Dengan 171 daerah peserta pilkada, potensi terjadinya konflik diperkirakan lebih rawan daripada pilkada sebelumnya yang hanya melibatkan 101 daerah.

Masyarakat di seluruh daerah, terutama wilayah peserta pilkada yang padat pemilih, diimbau tak termakan isu SARA. Publik tak boleh termakan ujaran kebencian yang menular melalui berbagai saluran.


(OGI)