TPS Keliling Diharapkan Tetap Ada

   •    Kamis, 13 Jul 2017 06:09 WIB
pilkada serentak
TPS Keliling Diharapkan Tetap Ada
Ilustrasi surat suara/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Komnas HAM meminta Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Bekasi mencari cara memudahkan pasien, warga binaan, dan penyandang disabilitas agar bisa menggunakan hak mereka di Pilkada 2018. Hal itu disampaikan mengingat tempat pemungutan suara (TPS) keliling sudah ditiadakan di beberapa tempat.

Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Penyelidikan pada Komnas HAM Endang Sri Melani mengatakan TPS keliling saat ini tidak diperbolehkan bagi pasien rumah sakit. Hal itu disayangkan karena pasien juga memiliki hak pilih di pilkada.

"Kami berharap itu diadakan kembali agar warga yang membutuhkan bisa memanfaatkan fasilitas tersebut," ungkap Endang seperti dilansir Media Indonesia, Kamis 13 Juli 2017.

Menurut Endang, pada Pilkada 2018, pemerintah memiliki kewajiban agar seluruh warga bisa memiliki hak suara tanpa terkecuali. Endang meminta KPU Kota Bekasi bisa memfokuskan pendataan jumlah pemilih yang ada di wilayah setempat sehingga proses pemungutan suara masyarakat berjalan optimal.

Endang pun mengusulkan, jika TPS keliling ditiadakan, cara lain ialah warga yang sakit, penghuni lapas, jompo, atau penyandang disabilitas disambangi petugas dari TPS terdekat. "Ketika kita sakit atau masuk penjara, itu kan hal yang tidak bisa kita rencanakan. Jadi pemerintah harus fokus dalam pemenuhan hak mereka," kata Endang.

Ketua KPU Kota Bekasi Ucu Asmara Sandi mengaku kabar peniadaan TPS keliling memang sempat terdengar dari pemerintah pusat. Namun, dia memastikan TPS keliling dalam pilkada Kota Bekasi dan pilgub Jawa Barat tetap ada seperti pilkada sebelumnya.

"Kabar itu (peniadaan TPS keliling) sempat ada di PKPU (Peraturan Komisi Pemilihan Umum), tapi dari ajang sebelumnya tetap ada kok TPS keliling. Kami yakin, Pilkada 2018 ini TPS keliling juga tetap ada," kata Ucu.

Ucu menyatakan, KPU Bekasi sudah siap untuk melaksanakan pesta demokrasi lima tahunan ini. Bahkan pihaknya telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bekasi untuk melakukan pendataan dan sosialisasi terhadap para calon pemilih pada pilkada nanti. Meski demikian, saat ini dirinya belum bisa memaparkan jumlah daftar pemilih tetap yang ada di wilayahnya. Sebab, pihaknya baru akan memverifikasi jumlah tersebut pada Januari 2018.


(OJE)