Daftar Pelanggaran di Pilgub DKI Jakarta versi Bawaslu

Nur Azizah    •    Jumat, 21 Apr 2017 22:41 WIB
Daftar Pelanggaran di Pilgub DKI Jakarta versi Bawaslu
Panitia Pemungutan Suara (PPS) melakukan penghitungan suara Pemilu kada Jakarta putaran ke dua di TPS 02 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Foto: Antara/M. Iqbal

Metrotvnews.com, Jakarta: Bawaslu DKI Jakarta merinci sejumlah pelanggaran saat pemungutan suara di pilkada putaran kedua. Total pelanggaran yang tercatat oleh Bawaslu sejumlah 44 kasus.

Beberapa diantaranya adalah kurangnya surat suara di 14 tempat pemungutan suara. Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti mengatakan, di Jakarta Utara kekurangan surat suara terjadi di delapan TPS, satu di Jakarta Barat, satu di Jakarta Selatan dan empat di Jakarta Timur.

"Ternyata surat suara yang tersedia tidak sesuai dengan fakta di lapangan," kata Mimah, Jakarta Pusat, Jumat, 21 April 2017.

Adapula warga yang mengaku sebagai anggota KPU dan ingin mencoblos, tapi dapat dicegah. Mimah melanjutkan, beberapa warga memaksa memilih padahal tidak masuk dalam DPT dan tidak memiliki KTP elektronik maupun surat keterangan.

"Ada juga ditemukan pemilih mencoblos dua kali dan dapat dua surat suara. Kita akan identifikasi apakah ada kesengajaan petugas atau bukan," ujar Mimah.

Bawaslu juga mencatat pelanggaran lainnya, seperti mencoblos tanpa alat bantu yang disediakan. Banyak pemilih merobek surat suara dan menusuk dengan jari yang menyebabkan surat suara tidak sah.

"Lalu, ada keributan sekitar TPS di 17 Petamburan dan TPS 24 Kamal. Intimidasi warga di Kamal juga, sudah ditangani pihak kepolisian identitas. Ada juga yang pengunaan form C6 orang. Ini terjadi di sembilan TPS," terangnya..

Mimah menyampaikan, penyalahgunaan pemakaian C6 sudah ditangani kepolisian. Sementara itu, Bawaslu mengeluarkan surat rekomendasi untuk melakukan pemungutan suara ulang di TPS 01 Gambir dan TPS 19 Pondok Kopi.


 
(SUR)