Bawaslu DKI belum Terima Laporan Masyarakat

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 21 Apr 2017 17:39 WIB
pilgub dki 2017
Bawaslu DKI belum Terima Laporan Masyarakat
Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti. Foto: MTVN/Intan Fauzi.

Metrotvnews.com, Jakarta: Bawaslu DKI Jakarta belum menerima laporan resmi dari masyarakat terkait dugaan pelanggaran pada pemungutan suara 19 April 2017. Bawaslu mengingatkan laporan akan kedaluwarsa jika terlambat dilaporkan.

"Sampai hari ini belum ada laporan masyarakat yang masuk ke Bawaslu DKI Jakarta maupun ke kantor Panwaslu kabupaten/kota," kata Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti di kantornya, Jalan Danau Agung 3, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat 21 April 2017.

Menurut Mimah, pihaknya kini tengah sibuk menangani sejumlah temuan dan laporan petugas pada hari H. Ada pula temuan dan laporan yang disampaikan pada masa tenang.

"Karena memang dalam penanganan pelanggaran, 7 hari sejak ditemukan/diketahui (baru dilaporkan), itu bisa jadi kedaluwarsa laporannya. Sudah tidak bisa ditindaklanjuti," ujar dia.

Beberapa temuan petugas pada hari adalah surat suara yang kurang dan penggunaan C6 milik orang lain. Sementara itu, pada masa tenang, terdapat temuan dan laporan dugaan politik uang berupa sembako di berbagai lokasi.

Baca: Catatan Bawaslu Atas Pelaksanaan Pilgub DKI Putaran Kedua

Khusus sembako, Mimah menargetkan hasil penanganan perkara keluar maksimal dalam dua hari ke depan. Dia mengaku bila pihaknya mengalami berbagai kendala.

"Karena saksinya itu kadang enggak hadir. (Padahal) sudah dipanggil, termasuk terlapornya. Kalau terlapornya belum datang, saksinya belum datang, penanganannya memang agak sulit," ujar dia.

Bawaslu mendapatkan indikasi kelompok tertentu diduga melakukan politik sembako. Namun, Bawaslu tidak mau gegabah.

"Jadi butuh klarifikasi lebih lanjut. Mungkin 1-2 hari ini (ada keputusan) karena itu ada yang ditemukan tanggal 16, 17, 18 (April), kalau tanggal 19 enggak ada (politik sembako)," papar dia.


(OGI)