Tim Advokasi Rindu Laporkan Dugaan Kampanye Hitam

Roni Kurniawan    •    Kamis, 07 Jun 2018 20:37 WIB
pilkada serentakpilkada 2018
Tim Advokasi Rindu Laporkan Dugaan Kampanye Hitam
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dalam sebuah kesempatan wawancara. (Metrotvnews.com/Roni Kurniawan).

Bandung: Tiim advokasi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat nomor urut satu, Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) melaporkan dugaan kampanye hitam ke kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat, Kamis 7 Juni 2018. Kampanye hitam dianggap menyudutkan pasangan Rindu melalui pesan singkat.

Menurut anggota Tim Advokasi pasangan Rindu, Chandra M Alit, penyebaran kampanye hitam melalui SMS blast ini cenderung masif dan berpotensi merugikan pasangan Rindu. Pasalnya, SMS tersebut berisi ajakan untuk tidak memilih pasangan Rindu yang disebut mendukung keberadaan komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Menurut Chandra, hingga saat ini pasangan Rindu tidak pernah menerima pernyataan dukungan tersebut secara langsung maupun tidak langsung. Maka itu, patut diduga pesan singkat itu adalah black campaign yang dibuat oleh pihak-tertentu untuk menyerang pasangan Rindu.

"Terlebih, informasi yang disampaikan dalam SMS blast tersebut sama sekali tidak benar dan cenderung fitnah," ujar Chandra.



Tim Advokasi menduga ada unsur kampanye hitam kepada pasangan Rindu, yakni dari penyedia jasa layananan SMS. Namun, tim Rindu pun masih mencari informasi terkait pihak-pihak yang menyebarkan pertama SMS tersebut.

"Yang menyebarkan adalah penyedia jasa SMS blast tersebut, namun kami masih belum tahu siapa kliennya, sehingga yang dilaporkan adalah dugaan kampanye hitamnya," kata dia.

Menanggapi hal itu, Ridwan Kamil mengaku kerap mendapatkan serangan melalui black campagin dengan berbagai cara. Pria yang akrab disapa Emil ini pun mengajak masyarakat untuk lebih selektif memilih sumber informasi termasuk dari berbagai media.

"Banyak sekali kampanye hitam ke saya. Saya imbau ke masyarakat untuk pintar mencerna informasi. Jangan terbawa-bawa hal yang tidak benar," kata Emil di sela-sela blusukan di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Kamis, 7 Juni 2018.


(ALB)