PKS: Jika tak Mundur Khofifah akan Bebani Jokowi

M Rodhi Aulia    •    Rabu, 29 Nov 2017 14:58 WIB
pilgub jatim 2018
PKS: Jika tak Mundur Khofifah akan Bebani Jokowi
Ketua DPP PKS Mardani Ali --MI/Atet Dwi Pramadia

Jakarta: PKS mengakui bahwa Khofifah yang maju di Pilgub Jatim 2018 tak harus mundur dari jabatannya sebagai Menteri Sosial. Namun, PKS khawatir itu malah akan membebani pemerintahan Jokowi ke depan.

"Menurut aturan tidak ada yang dilanggar. Tapi, ya ini akan jadi beban politik Pak Jokowi sendiri karena beliau kan sudah mengingatkan kabinetnya kan kabinet kerja," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera saat dihubungi wartawan, Rabu 29 November 2017.

Mardani menjelaskan, dalam menghadapi Pilgub, fokus Khofifah akan berpindah dari urusan Mensos ke kontestasi. Setidaknya itu membutuhkan waktu berbulan-bulan.

"Apa yang beliau (Presiden) katakan kerja, kerja, dan kerja. 8 bulan dari total (persiapan di Pilgub) mungkin sisa katakanlah 20 bulan ke depan (menjelang sisa masa jabatan).  Itu kasihan Pak Jokowi," ujar dia.

Baca: Demokrat Yakin Khofifah Mundur pada Waktunya

Mardani menegaskan mengurus kementerian itu sungguh luar biasa beratnya. Seluruh rakyat, kata dia, bergantung pada kementerian bersangkutan.  

"Kalau untuk (urusan) sosial seluruh rakyat ada di bawah kendali Bu Khofifah. Tentu tidak mutlak. Tapi otoritas utamanya di beliau," ujar dia.

Baca: Jokowi Sudah Terima Surat Khofifah

Mardani menambahkan, ditambah dengan urusan pilgub, tanggung jawab Khofifah juga semakin berat. Fokus Khofifah dinilai akan buyar. "Secara hukum tak wajib mndur. Tapi kalau ikut pada etika dan panggilan hati nurani, mestinya segera memisahkan dua pekerjaan itu. Secara etika dia mundur saja dulu karena memberikan beban pada Jokowi kalau tidak mundur," tandas dia.



(YDH)