Status Tersangka Setnov tak Pengaruhi Rencana Golkar di Pilgub Sulsel

Andi Aan Pranata    •    Selasa, 18 Jul 2017 12:59 WIB
korupsi e-ktppilkada 2018
Status Tersangka Setnov tak Pengaruhi Rencana Golkar di Pilgub Sulsel
Ketua Bappilu Golkar Sulsel Kadir Halid. (Metrotvnews.com/Aan Pranata)

Metrotvnews.com, Makassar: Dewan Pimpinan Daerah I Partai Golkar Sulawesi Selatan memastikan pencalonan Nurdin Halid dalam pemilihan gubernur setempat tidak terganggu status tersangka Ketua Umum Setya Novanto. Nurdin akan dipasangkan dengan senator DPD Aziz Qahhar Mudzakkar.

"Pilgub Sulsel tidak ada kaitannya dengan ketua umum yang jadi tersangka. Pak Nurdin tetap bertarung di pilgub, apa pun yang terjadi di DPP," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu Golkar Sulsel Kadir Halid kepada Metrotvnews.com di Makassar, Selasa, 18 Juli 2017.

Baca: Novanto dalam Lingkaran Kasus KTP-el

Nurdin Halid, selain memimpin Golkar Sulsel, diketahui juga merupakan Ketua Harian Partai Golkar. Dia dikaitkan sebagai kandidat kuat ketua umum partai, jika sewaktu-waktu Setnov menanggalkan jabatannya. 

Mengenai itu, Kadir menyatakan tidak ada masalah. Apa pun status Nurdin di partai nantinya, dia akan tetap menjadi jagoan Golkar di Pilgub Sulsel. Sebelumnya partai juga telah menerbitkan surat keputusan rekomendasi soal pengusungan atas namanya.

"Mau dia (Nurdin Halid) jadi ketua umum, pelaksana tugas, ketua harian, atau apalah, tetap bakal calon gubernur. Pak Nurdin akan tetap mengikuti semua tahapan pilkada seperti yang direncanakan," ujar Kadir.

Merujuk UU Nomor 8/2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, Golkar merupakan satu-satunya partai di Sulsel yang bisa mengusung bakal calon gubernur tanpa berkoalisi. Dengan 18 kursi di parlemen provinsi, partai berlambang beringin memenuhi syarat minimal 17 kursi. 

Sejauh ini, Golkar juga satu-satunya partai yang menerbitkan SK rekomendasi pengusungan bakal calon gubernur di Sulsel. Adapun sejumlah parpol masih sibuk menggelar penjaringan kandidat.



(SAN)