Bawaslu-Facebook Kerja Sama Tangkal Kampanye Negatif

Siti Yona Hukmana    •    Kamis, 22 Mar 2018 12:49 WIB
kampanye hitam
Bawaslu-Facebook Kerja Sama Tangkal Kampanye Negatif
Komisioner Bawaslu Mochammad Afifuddin--Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bersama Facebook bekerja sama untuk menangkal kampanye negatif saat pemilihan umum (pemilu). Dalam acara ini, hadir Bawaslu se-Indonesia dari 34 Provinsi.

Acara ini kelanjutan dari nota kesepakatan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan platform aplikasi di Indonesia untuk menangkal kampanye negatif, kampanye hitam, dan kampanye bohong di media sosial. 

"Jadi kami melatih jajaran kami," kata Komisioner Bawaslu Mochammad Afifuddin di Hotel Pullman Jakarta, Jalan MH Tahmrin, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Maret 2018.

Afifuddin mengatakan media sosial seperti dua mata uang. Pertama membantu menyosialisasikan atau mencegah dan sosialisasi apa yang boleh dan tidak. "Menjelaskan hal yang positif," jelasnya.

Baca: Bawaslu Dorong Netizen Beretika Cegah Kampanye Hitam
 
Kedua, media sosial bisa menghadirkan alat propaganda yang berbasis suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dan ujaran kebencian. 

"Sekarang karena sudah kerja sama dengan Kominfo dan aplikasi, maka akun yang melakukan ujaran kebencian dan hoaks bisa dinonaktifkan," ujar Afif.

Afif mengatakan, dari kerja sama dengan Facebook, pihaknya bisa melihat 'peta jalan' seperti apa. Bagaimana memaksimalkan pencegahan dan mengantisipasi hoaks. "Ini langkah yang dapat dibantu Facebook dan Bawaslu seluruh Indonesia," ungkap Afif.

Saat ini sudah ada akun pasangan calon yang resmi telah dilaporkan. Namun, menurutnya, masih banyak akun yang bisa melakukan kampanye hitam. 

"Itu kami kembangkan ke semua akun. Semua yang tidak terdaftar itu yang bisa melakukan kampanye jahat. Akun yang daftar yang biasa sosialisasi yang baik," ujar Afif. 



(YDH)