Gerindra Merapat ke Gus Ipul-Anas Jika Poros Emas Gagal

Amaluddin    •    Selasa, 28 Nov 2017 17:39 WIB
pilkada serentakpilgub jatim 2018
Gerindra Merapat ke Gus Ipul-Anas Jika Poros Emas Gagal
Ilustrasi. MTVN/M Rizal

Surabaya: DPD Partai Gerindra Jawa Timur masih optimistis koalisi Poros Emas bersama PAN dan PKS di Pilgub Jatim 2018 tetap solid. Namun jika koalisi ini pupus di tengah jalan, Gerindra cenderung mendukung pasangan Saifullah 'Gus Ipul' Yusuf dan Abdullah Azwar Anas.

"Kami lebih memilih Gus Ipul-Mas Anas. Alasannya karena kami masih berkeyakinan memilih pemimpin itu lebih cocok laki-laki," kata Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Abdul Malik pada Selasa, 28 November 2017.

Menurut pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini, Gerindra berkomitmen pada aturan partai dan tidak akan menyimpang dari hasil Rakerda. Sejumlah nama sempat masuk bidikan Gerindra saat Rakerda tersebut, di antaranya Khofifah Indar Parawansa, Gus Ipul, M Nuh dan La Nyalla.

"Khofifah dan Gus Ipul sudah diusung parpol lain, M Nuh tidak berkenan dicalonkan. Tinggal nama La Nyalla. La Nyalla tinggal digodok saja dan dipasangkan dengan cawagub dari PAN atau PKS," tuturnya.

(Baca: Poros Tengah Siapkan Kejutan di Pilgub Jatim 2018)

Dia menduga ada 'skenario besar' yang membuat Gerindra tidak bisa mencalonkan pada pilgub Jatim. Sinyal ini terjadi di Jawa Tengah, Jatim dan Bali. Dia pun menngaitkan dugaan tersebut dengan Pemilihan Presiden 2019.

“Ini jelas ada misi khusus untuk pilgub rasa pilpres. Gerindra akan santai-santai saja, kami tidak yakin hanya dua poros. Kami masih yakin ada Poros Emas. Kami sudah berpacaran dan bermesraan, tidak punya etika moral dan etika politik jika PAN dan PKS meninggalkan Gerindra," katanya.

Gerindra memiliki 13 kursi DPRD Jatim, PAN 7 kursi dan PKS 6 kursi. Totalnya 26 kursi dan cukup untuk mengusung pasangan calon. Jika ditinggal PKS yang cenderung mendukung Gus Ipul-Mas Anas, Gerindra-PAN masih cukup dengan 20 kursi. Tetapi jika ditinggal PAN, Gerindra-PKS hanya 19 kursi dan kurang satu kursi untuk mengusung paslon sendiri.


(SUR)