Anggaran KPU Diteken, Bawaslu Sulsel Masih Menunggu

Andi Aan Pranata    •    Senin, 31 Jul 2017 16:07 WIB
pilkada 2018
Anggaran KPU Diteken, Bawaslu Sulsel Masih Menunggu
Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com/Rizal)

Metrotvnews.com, Makassar: Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan hingga kini belum menetapkan anggaran hibah kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), untuk penyelenggaraan pemilihan gubernur tahun 2018. Adapun KPU telah lebih dulu mendapatkan pengesahan naskah perjanjian hibah daerah (NHPD) senilai Rp456 miliar.

Kepala Bawaslu Sulsel Laode Arumahi mengungkapkan, anggaran yang diusulkan sejauh ini masih dalam proses rasionalisasi di pemerintah. Terdapat perbedaan pandangan terhadap sejumlah poin.

"Masih ada ketidakcocokan dengan anggaran yang diusulkan," kata Laode melalui telepon di Makassar, Senin, 31 Juli 2017.

Baca: Sulsel Putuskan Anggaran Pilkada Rp456 Miliar

Salah satu perbedaan pandang, kata Laode, menyangkut masa kerja panitia pada sekretariat pengawas di tingkat kabupaten/kota serta kecamatan. Bawaslu berdasarkan Peraturan Bawaslu menetapkan masanya selama 15 bulan, sedangkan pemerintah hanya menetapkan 12 bulan. 

Selain masalah masa kerja, pemerintah juga menerapkan pemotongan anggaran pada rasionalisasi. Yang terdampak antara lain biaya perjalanan dinas ke daerah.

"Dalam waktu dekat kita mungkin akan bertemu. Kalau soal perjalanan dinas itu mungkin tidak apa, karena tugas kami memang hanya pemantauan," ujar Laode.

Bawaslu Sulsel mengusulkan anggaran Rp300 miliar untuk mengawasi pilgub tahun 2018. Setelah beberapa kali rasionalisasi, anggaran menyusut hingga akhirnya menjadi Rp143 miliar. Dana tersebut, selain bersumber dari Pemprov Sulsel, juga merupakan hasil pembagian dengan pemerintah di 24 kabupaten/kota. 

"Untuk penandatangan NPHD- nya kami tinggal menunggu waktu saja. Kalau hari ini sepakat, ya, kita langsung tanda tangan," kata Laode.


(SAN)