Survei Alvara: Agus-Sylvi Kehilangan 11,6% Pemilih

Riyan Ferdianto    •    Jumat, 10 Feb 2017 16:12 WIB
pilgub dki 2017
Survei Alvara: Agus-Sylvi Kehilangan 11,6% Pemilih
Agus-Sylvi. Antara Foto/Agung Rajasa

Metrotvnews.com Jakarta: Tingkat keterpilihan (elektabilitas) pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiga Uno naik pada awal Februari. Sedangkan tingkat keterpilihan Agus Harimurti-Sylviana Murni turun signifikan dibandingkan Januari.

Pada 11-17 Januari, Alvara Research Center mensurvei tingkat keterpilihan tiga pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur DKI Jakarta. Ketika itu, tingkat keterpilihan Ahok-Djarot 34,8%, Agus-Sylvi 31,8%, dan Anies-Sandi 22,2%.

Namun, hasil survei Alvara Research Center pada 6-8 Februari, menunjukkan tingkat keterpilihan ketiga calon, terutama Agus-Sylvi, tidak stabil. Tingkat keterpilihan Agus-Sylvi yang pada Januari 31,8%, tersisa 20,1% pada Februari.

Sedangkan tingkat keterpilihan Ahok-Djarot naik menjadi 38,3% dan Anies-Sandi menjadi 32,6%. "Dalam satu bulan terakhir Agus-Sylvi kehilangan 11,6% suara pemilih," kata Founder dan CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat 10 Februari 2017.

Dalam survei ini masih ada responden yang belum menentukan pilihannya, namun jumlahnya menurun. Pada Januari, sebanyak 11,3% responden belum menentukan pilihan, sedangkan Februari, responden yang belum menentukan pilihan sekira 9%.

Dilihat dari sudut pandang pemilih yang mengaku pengikut Nahdlatul Ulama, elektabilitas Agus-Sylvi tak menggembirakan karena turun dari 36,2% pada periode Januari menjadi 31,8% pada periode Februari.

Penurunan dukungan pengikut NU juga dialami Ahok-Djarot. Responden NU yang memilih Basuki-Djarot pada Januari sebanyak 31,0%, Februari tinggal 26,1%. Dukungan pengikut NU untuk Anies-Sandi  meroket dari 22,4% pada periode Januari menjadi 40,3% pada Februari.

Menurut Founder dan CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, hasil survei tersebut menggambarkan ada gejolak pilihan di kalangan pengikut NU. Pengikut NU yang sebelumnya cenderung ke Agus-Sylvi dan Ahok-Djarot, kini beralih ke Anies-Sandi.


(TRK)