Kiai Kampung Desak Khofifah Mundur dari Mensos

Amaluddin    •    Selasa, 05 Dec 2017 15:27 WIB
pilgub jatim 2018
Kiai Kampung Desak Khofifah Mundur dari Mensos
Forum Komunikasi Kyai Kampung Jawa Timur (FK3JT) saat jumpa pers di Surabaya. (Medcom.id/Amal).

Surabaya: Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT) mendesak Khofifah Indar Parawansa mundur dari jabatannya sebagai Menteri Sosial. Sebab, Ketua Umum Muslimat Nahdatul Ulama memastikan maju calon gubernur (cagub) pada Pilgub Jatim 2018.

“Secara aturan memang tidak harus mundur, melainkan cuti. Tapi secara etika dan moral, lebih baik mundur karena menteri ini mengelola keuangan negara untuk setiap kegiatannya, apalagi yang bersangkutan (Khofifah, red.) maju sebagai cagub,” kata Ketua FK3JT, Fahrurrozi alis Gus Fahrur, saat konferensi pers di Surabaya, Selasa, 5 Desember 2017.

Jika tidak mundur, kata Gus Fahrur, Khofifah dikhawatirkan memanfaatkan jabatannya untuk turun ke daerah-daerah di Jatim (kampanye terselubung). Apalagi pada 20 Desember akan ada acara puncak perayaan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) yang diselenggarakan Mensos di Jatim. 

“Kami berharap Presiden me-reshuffle Khofifah sebelum acara tersebut. Acara itu penuh dengan agenda sosial dan bakal bias serta menjadi konflik kepentingan,” ujarnya.

Menurut Gus Fahrur, desakan tersebut didasari oleh beberapa alasan yang sangat krusial. Antara lain, tugas Khofifah sebagai menteri yang berat dan posisinya sangat strategis.

“Alangkah baiknya khofifah menerima saran Wapres Jusuf Kalla untuk mundur dari jabatannya,” kata Gus Fahrur.

Selain itu, lanjut Gus Fahrur, kegiatan Khofifah di Jatim juga rawan konflik kepentingan. “Untuk rakyat kecil bakal mengira Khofifah yang bikin acara HKSN di Jatim. Padahal kan acara pemerintah menggunakan uang negara, ini rawan dipolitisasi," ujarnya.


(ALB)