Anggaran Panwaslu Tegal Rp5,8 M Belum Cair

Kuntoro Tayubi    •    Selasa, 14 Nov 2017 20:44 WIB
pilkada 2018pilgub jateng 2018
Anggaran Panwaslu Tegal Rp5,8 M Belum Cair
Bupati Enthus Susmono didampingi Ketua Panwaslu Kabupaten Tegal Harpendi menandatangani komitmen bersama untuk pengawasan dalam Pilbup Tegal dan Pilgub Jateng. (Metrotvnews.com /Kuntoro Tayubi)

Tegal: Anggaran untuk Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, yang bersumber dari APBD II Tahun 2017 hingga kini belum cair. Hal itu  mengakibatkan kegiatan Panwaslu kerap terkendala. 

Menurut Ketua Panwaslu Kabupaten Tegal, Harpendi Dwi Pratiwi, seharusnya, anggaran sudah digelontorkan sejak beberapa bulan silam. Anggaran digunakan untuk operasional dan pelaksanaan program dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Tegal dan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng tahun 2018.
 
"Sampai sekarang anggarannya belum cair," kata Harpendi usai Rapat Koordinasi (rakor) dengan Stakeholder pada Pilbup Tegal dan Pilgub Jateng di Hotel Grand Dian Slawi, Selasa, 14 November 2017. 
 
Dia mengungkapkan, molornya anggaran untuk Panwaslu karena Pemkab Tegal baru mengalokasikan pada APBD Perubahan 2017. Mestinya, anggaran dialokasikan dalam APBD Murni Tahun 2017. Menurut Harpendi, walau anggarannya sudah dipastikan sebesar Rp5,8 miliar, tapi untuk pencairannya bertahap. 

Tahun ini atau tahap pertama, anggaran baru bisa dicairkan sebesar Rp 2,5 miliar. Sisanya akan dicairkan pada 2018 mendatang.

"Kami sudah melakukan penandatangan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) pada awal Oktober 2017 lalu. Harusnya, anggaran sudah cair," ujarnya. 

Selama ini, lanjut dia, Panwaslu menggelar rakor bersama stakeholder dengan menggunakan anggaran APBN yang dikelola oleh Bawaslu Jateng. Panwaslu telah melakukan sosialisasi terkait dengan Pilbup dan Pilgub sebanyak enam kali. Kegiatan rakor kemarin, agenda terakhir program Bawaslu Jateng yang diambilkan dari dana APBN.
 
"Jika anggaran dari APBD belum bisa dicairkan, maka kami belum bisa melaksanakan program dan operasional Panwaslu," ujarnya.
 
Bupati Tegal, Enthus Susmono yang hadir sebagai nara sumber dalam acara tersebut, mengaku akan segera mencairkan anggaran Panwaslu. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Sekda Kabupaten Tegal supaya anggaran Panwaslu bisa secepatnya dicairkan.
 
"Kami akan segera mencairkan," katanya.
 
Dalam kesempatan itu, Enthus juga meminta kepada Panwaslu untuk membuat agenda kesepakatan bersama bagi para calon Bupati dan Wakil Bupati Tegal. Kesepakatan itu dibuat agar para calon berjanji untuk tidak melakukan bagi-bagi uang kepada masyarakat. 

Panwaslu juga diminta menginventarisir aturan-aturan yang dilarang atau bisa membatalkan pencalonan. Tujuannya agar semua calon bisa memahami aturan yang ada.
 
Dalam Rakor bersama Stakeholder itu, Panwaslu menghadirkan organisasi masyarakat, diantaranya Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Forum Silaturahmi Nusantara (FSN), Forum Kerukunan Umah Beragama (FKUB), PGRI, PGSI, Pengurus Klenteng Salwi dan Banjaran, serta sejumlah organisasi lainnya.


(ALB)