Poltracking: Gus Ipul Paling Diinginkan jadi Gubernur Jatim

Desi Angriani    •    Minggu, 11 Jun 2017 21:42 WIB
pilgub jatim 2018
Poltracking: Gus Ipul Paling Diinginkan jadi Gubernur Jatim
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) --Ant--

Metrotvnews.com, Jakarta: Hasil survei Poltracking Indonesia menunjukkan tingkat elektabilitas Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul paling tinggi dalam bursa pilgub Jatim 2018. Gus Ipul unggul hampir di semua kategori dari kandidat lain.

Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda menuturkan, Gus Ipul memiliki tingkat kepopuleran yang setara dengan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dengan 76 persen. Untuk kategori akseptabilitas, Gus Ipul berada di bawah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dengan persen.

"Jika Pilkada Jawa Timur dilaksanakan sekarang, maka Saifullah Yusuf (31.27 persen) merupakan kandidat yang paling diinginkan publik untuk menjadl Gubernur Jawa Timur," kata Hanta di Hotel Morrissey, Menteng, Jakarta, Minggu 11 Juni 2017.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dinilai menjadi kandidat yang paling diinginkan publik sebagai wagub Jatim. Jika hanya empat kandidat, elektabilitas Gus Ipul tetap berada di puncak dengan 32.29 persen. Perolehan tersebut disusul Risma dengan 27.08 persen, Khofifah Indar Parawansa 19.11 persen dan Abdullah Azwar Anas 8.47 persen.

Baca: IPI: Gus Ipul Menang Jika Pilgub Jatim Digelar Sekarang

"Saifullah Yusuf merupakan figur kandidat yang paling dipersepsikan publik mampu memimpin dan religius. Sementara Tri Rismaharini dipersepsikan publik sebagai figur yang peduli dan merakyat, anti korupsi, berprestasi, kreatif dan inovatif serta cerdas dan pintar," ungkap dia.

Dia menilai potensi pergeseran pemilih sangat mungkin terjadi karena peta politik Jawa Timur masih dinamis. Menurut dia, tingginya popularitas belum tentu berbanding lurus dengan rumus pemilih dikenal disukai dan dipilih.

"Sebanyak 27.72 persen publik menyatakan baru menentukan piiihan pada masa kampanye. Di sisi lain, sebanyak 43.80 persen publik mengaku masih mungkin akan merubah pilihannya," pungkas dia.




(AZF)