Jurus Berbeda Ahok di Putaran Kedua

Ilham wibowo    •    Kamis, 16 Mar 2017 09:38 WIB
pilkada dki 2017
Jurus Berbeda Ahok di Putaran Kedua
Ahok. Foto: Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Strategi kampanye Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama pada putaran kedua sedikit berbeda. Beberapa agenda blusukan dilakukan secara senyap.

Hingga hari ke-10 kegiatan kampanye blusukan Ahok tak banyak diliput media massa. Ahok lebih memilih menyosialisasikan dirinya lewat sosial media.

Melalui akun Instagram resmi Ahok @basukibtp misalnya, ia mengunggah tayangan video untuk mengajak para pendukungnya terus berjuang. Ia juga meminta pendukungnya agar berani menghadapi putaran kedua ini.

Video singkat yang diunggah Rabu malam 15 Maret 2017 itu Ahok menyampaikan, perjuangan untuk memenangi pesta demokrasi masih belum selesai. Dia bahkan sempat mengutip lirik lagu bertajuk Kali Kedua yang dibawakan oleh musisi Raisa Andriana.

"Jangan pernah takut, mari kita terus melangkah. Ya, sama kaya lagunya Raisa, Kali Kedua. Ada liriknya tuh, pegang tangan bersama. Kita yakin dengan berpegang tangan bersama kita akan mampu memenangi pilkada putaran kedua," ujar Ahok dikutip Kamis 16 Maret.

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengharapkan warga yang memilihnya di putaran pertama, tidak berpaling. Ahok meyakini segala perbuatan hanya Tuhan yang menilai.

"Jangan pernah takut dengan keikhlasan, kita mau membantu rakyat banyak. Gusti ora sare. Matur nuwun," kata dia.



Strategi kampanye ala Ahok ini sebelumnya dipaparkan Timses Ahok-Djarot, Raja Juli Antoni. Raja mengatakan elektabilitas paslon nomor urut dua ini menurun lantaran isu agama yang diembuskan lawan politik dari berbagai sisi. 

"Betul, soal agama inilah yang selama ini dieksploitasi lawan politik. Dengan status agama, juga Al Maidah," kata Raja, dalam Buletin Pilkada, Rabu 15 Maret.

Meski begitu, kata dia, Ahok tetap tak terganggu dan berupaya menjaring suara-suara dari swing voters di beberapa titik di DKI Jakarta. Bahkan, saat ini kegiatan kampanye Ahok maupun Djarot tak selalu didampingi media.

Menurut Raja, tak adanya peliputan secara masif oleh media memang keinginan pribadi Ahok. Ahok, timses dan relawan hanya mengandalkan media sosial untuk memublikasikan kegiatan kampanye tanpa banyak melibatkan media mainstream.

"Ini bukan strategi baru, tapi Ahok merasa tidak semuanya dalam pilkada ini perlu dipolitisasi. Kita melihat kampanye ini tidak melulu soal Ahok-Djarot. Ahok tidak suka eksposur berlebihan," ujarnya.




(UWA)