Menang Quick Count, Edy Rahmayadi tak Mau Euforia

Farida Noris    •    Rabu, 27 Jun 2018 17:15 WIB
pilkada serentakpilgub sumut 2018
Menang <i>Quick Count</i>, Edy Rahmayadi tak Mau Euforia
Calon Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi--Medcom.id/Farida Noris.

Medan: Calon Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengaku tidak mau terbawa euforia menyikapi hasil quick count (hitung cepat) sementara Pilgub Sumut 2018. Namun, jika menjadi orang nomor satu di Sumut, dia akan merealisasikan visi dan misinya. 

"Tujuannya bukan sekadar menjadi gubernur dan wakil gubernur. Tapi bagaimana dengan legalitas kekuasaan yang diamanahkan itu, kami mampu menjadikan Sumut bermartabat sesuai visi dan misi kami," kata Edy di kediamannya, Jalan Karya Bakti/Karya Amal Medan, Rabu, 27 Juni 2018.

Jika terpilih, tentunya hal itu merupakan awal pengabdian yang mesti dilakukan. Kekuasaan, kata Edy, memang perlu direbut dalam konteks membangun dan mewujudkan visi misi.

"Maka dari itu saya tidak mau terbawa euforia dan mengucap syukur kepada Allah SWT atas hasil quick count sementara yang kita lihat," ungkap suami Nawal Lubis itu.

Di hadapan tim sukses dan relawan Eramas, mantan Pangkostrad dan Pangdam I/BB itu menegaskan tetap menunggu hasil resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut. Namun begitu, Edy yakin hasil akhirnya tidak akan berubah yakni Eramas tetap mengungguli Djoss.

"Insyaallah hasil akhirnya juga tidak berubah. Sekali lagi saya bersyukur kepada Allah SWT atas hasil sementara ini," ucapnya. 

Baca: Hitung Cepat Indikator, Eramas Ungguli Djarot-Sihar

Dia berharap pilkada tak memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat Sumut. Perbedaan dan keragaman masyarakat Sumut menjadi modal besar serta kekuatan membangun wilayah ini lebih baik ke depan.

Berdasarkan hasil lembaga survei Indikator Politik hingga pukul 14.50 WIB, dari total suara yang masuk 57,67 persen, Eramas meraih 55,21 persen dan Djoss 44,79 persen.



(YDH)