Penjelasan Kapolri soal Pengamanan Pilkada Serentak 2018

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 13 Oct 2017 08:46 WIB
pilkada serentak
Penjelasan Kapolri soal Pengamanan Pilkada Serentak 2018
Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian bersanma jajarannya mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR--MI/MOHAMAD IRFAN

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebanyak 171 daerah akan menggelar Pilkada serentak pada 2018. Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah memetakan daerah yang rawan konflik terkait persiapan pengamanan pesta demokrasi tersebut.

"Kita perkirakan yang rawan itu di Jawa Barat, Kalimantan Barat, kemudian mungkin di Papua," kata Tito usai rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 12 Oktober 2017.

Menurut Tito daerah rawan itu merupakan hasil pemantauan dan penilaian sekarang. Ia mengatakan bisa saja penilaian itu berubah dalam waktu beberapa bulan ke depan.

"Agar kami bisa melaksanakan tugas, tentu Polri tidak bisa kerja sendiri. Polri harus bangun kerjasama dengan penyelenggara pemilu atau KPU," ujar dia.

Baca: Isu SARA Diyakini tak Laku di Pilkada Jabar 2018

Tito juga telah menginstruksikan jajarannya untuk membangun kerjasama dengan parpol dan pasangan calon. Selain itu kerjasama dengan Pemda juga harus dibangun.

"Kita juga harus bangun hubungan yang solid dengan aparat lain dalam bidang keamanan. Terutama TNI termasuk Linmas," ucap dia.

Tak hanya itu, kesuksesan pengamanan ini juga perlu dilakukan melalui kerjasama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh budaya dan media massa.

"Oleh karena itu, teman-teman media tolong masalah kewargenagaraan jauh lebih penting daripada profit untuk media. Jangan sampai atas nama profit, cari rating, buat berita yang memanaskan. Nah dinginkan," ucap dia.

Pada intinya, Tito berharap semua pihak melakukan tugasnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tujuan yang diharapkan. Pesta demokrasi ini memang membuat suasana menghangat, tapi tegas Tito, tidak boleh sampai terbakar.

Kemudian Tito juga berjanji dan menginstruksikan kepada semua jajarannya untuk tetap netral. Tidak boleh ada yang berpihak kepada salah satu kubu.

"Sekali lagi Polri pada posisi netral. Dan saya nanti akan evaluasi para kapolda, kapolres sampai Desember, saya akan lihat apa langkah-langkah mereka. Apa perencanaan mereka," tandas Tito.


(YDH)