Pendeklarasian Sudikerta sebagai Cagub Bali Tertunda

Raiza Andini    •    Senin, 15 May 2017 15:04 WIB
pilkada 2018
Pendeklarasian Sudikerta sebagai Cagub Bali Tertunda
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto berbincang dengan Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid, Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham, dan Ketua DPD II Partai Golkar Bali yang juga Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta -- ANT/Wira Suryantala

Metrotvnews.com, Denpasar: Partai Golkar rencananya menyerahkan rekomendasi dari DPP sekaligus mendeklarasikan Ketut Sudikerta sebagai calon gubernur Bali 2018 pada 17 Mei 2017. Namun, deklarasi partai berlambang pohon beringin itu diundur menjadi 24 Mei 2017.

Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Bali I Nyoman Sugawa Kori menjelaskan, deklarasi ditunda karena Setya Novanto sedang sibuk dengan berbagai aktivitas politik. "Acara tidak dibatalkan, hanya diundur," tegasnya di Denpasar, Bali, Senin 15 Mei 2017.

Berembus kabar, penundaan rekomendasi cagub Bali lantaran Ketua DPD Golkar Provinsi Bali Sudikerta sempat menyebut pesawat yang dimelaspas di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai milik Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. Tidak lama, pernyataan itu diralat dengan menyebut bahwa pesawat milik Bendahara Umum Partai Golkar Robert Cardinal.

(Baca: Wagub Bali Bantah Jet Pribadi Dimelaspas Milik Setnov)

Terpisah, Dewan Pakar DPP Partai Golkar Gede Sumarjaya Linggih atau akrab disapa Demer enggan berkomentar lebih jauh terkait penundaan acara. "Alasannya saya kurang tahu. Tapi, yang jelas acaranya memang ditunda," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Golkar Setya Novanto resmi mengusung Ketut Sudikerta sebagai bakal calon pemilihan Gubernur Bali 2018 pada 21 Maret 2017. Pengusungan Ketut Sudikerta sebagai bakal calon pemilihan Gubernur 2018 mendatang berdasarkan hasil survei internal Partai Golkar.

(Baca: Golkar Usung Ketut Sudikerta Sebagai Balon Gubernur Bali 2018)

Setnov mengaku sudah menerima pengajuan Sudikerta sebagai bakal calon Gubernur 2018. Menurut Setnov, keputusan untuk mengusung Sudikerta sudah inkrah setelah disepakati banyak pihak di kubu Partai Golkar.


(NIN)