Stafsus Presiden Siap Ramaikan Pilgub Papua

M Sholahadhin Azhar    •    Senin, 04 Sep 2017 13:20 WIB
pilkada serentakpilkada 2018
Stafsus Presiden Siap Ramaikan Pilgub Papua
Stafsus Presiden Bidang Papua, Lenis Kogoya--Metrotvnews.com/M Sholahadhin Azhar

Metrotvnews.com, Jakarta: Stafsus Presiden Bidang Papua, Lenis Kogoya, mengaku siap meramaikan Pemilihan Gubernur Papua. Ia sudah izin pada Presiden Joko Widodo tentang keinginannya ini.

"Saya memang salah satu yang maju untuk Gubernur Papua di Pilkada 2018. Sudah izin Presiden," kata Lenis di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin 4 September 2017.

Pun demikian, ia mengaku belum bersurat resmi dengan kepala negara terkait hal ini. Harus ada keterikatan resmi dengan partai politik terlebih dahulu. Lenis masih mencari partai dan koalisi yang pas untuk mengusungnya.

Baca: Komisioner Komnas HAM Berencana Ikuti Pilgub Papua

Ia mengkonfirmasi PKB sudah melakukan fit and proper tes terhadap dirinya. Kira-kira ada dua partai lain, yakni PDI Perjuangan dan Hanura, yang menunjukkan sinyal ketertarikan pada Lenis.

"Ada PKB, Hanura dan PDI Perjuangan. Mungkin itu saja cukup," imbuhnya.

Lebih lanjut ia juga melihat stabilitas keamanan menjelang Pilkada 2018 relatif stabil. Bahkan Lenis juga berani menjamin tak ada pergerakan dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang membahayakan pemerintahan. Sebab menurutnya semua elemen di Papua sepakat mendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Baca: Paulus Digadang Maju di Pilkada Papua, Netralitas Polri Diuji

Justru yang harus dikhawatirkan adalah aliran dana dari pusat ke Papua, terutama soal dana desa. Sebab banyak sekali indikasi penyimpangan ditemukan. Keadilan harus berlaku setara di Tanah Air. Artinya keadilan di Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Papua, sama.

"Periksa pemerintahan, dana desa banyak sekali penyimpangan. Pihak KPK dan penegak hukum harus tegas. Kenapa kok orang Jawa dimasukkan penjara diadili, tapi orang Papua dibiarkan. Banyak kok orang Papua ingin maju. Yang ditegakkan di Jawa di Papua harusnya sama," sebut Lenis.

Lebih lanjut terkait keamanan Pilkada, harus ada koordinasi tak hanya dengan jajaran pemerintahan, namun juga adat yang dipadu dengan wawasan kebangsaan. Lenis sendiri bergerak mengumpulkan Kepala Suku dari tujuh suku besar di Papua.

"Sudah, saya mulai mengumpulkan kemarin di Biak, dari Jayapura. Sudah mulai jalan, mereka diberi pembekalan soal Bela Negara. Saya juga lapor ke Menko Polhukam agar pendekatan adat seperti ini harus ditingkatkan," tandas Lenis.


(YDH)