Khofifah Harus Mundur dari Kabinet

christian dior simbolon    •    Rabu, 04 Oct 2017 08:26 WIB
pilgub jatim 2018
Khofifah Harus Mundur dari Kabinet
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa hampir dipastikan maju bertarung di perhelatan Pilgub Jawa Timur 2018. Partai Golkar resmi memberikan dukungan.

Sejumlah parpol lain menyatakan siap mengusung kader Nahdlatul Ulama itu. Khofifah pun telah mendaftarkan diri menjadi bakal calon gubernur Jatim di Partai Demokrat.

Terkait dengan langkah pencalonannya yang kian terkonfirmasi itu, Khofifah mulai diminta untuk meninggalkan posisi di Kabinet Kerja. Wapres Jusuf Kalla alias JK menegaskan Khofifah harus mengundurkan diri dari Kabinet Kerja jika telah resmi menjadi calon gubenur.

"Mesti kampanye, kan? Kalau kampanye, ya keluar dari kabinet," ujar JK di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, kemarin.

Senada dengan JK, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah pun mengimbau Khofifah untuk segera mengundurkan diri dari posisi menteri sosial setelah keputusannya maju sebagai bakal calon gubernur Jatim diumumkan.

"Segera mundur dari kabinet dan melapor ke Presiden," ujar Fahri, kemarin.

Langkah undur diri dari kursi kabinet, menurut Fahri, dilakukan guna menghindari tudingan adanya penggunaan anggaran pendapatan dan belanja negara untuk kepentingan pribadi.

Fahri Hamzah. Foto: Metrotvnews.com/Rodhi Aulia

"Khawatirnya, kalau beliau lebih banyak berkegiatan kementerian di Jatim, tentu akan ada tudingan tidak baik. Segera mungkin mundur, lebih cepat lebih baik," tukas Fahri.

Pertimbangkan

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan pihaknya juga mempertimbangkan untuk mengusung Khofifah pada Pilkada Jatim 2018. Menurutnya, Khofifah menjadi sosok potensial untuk maju karena elektabilitasnya yang tinggi.

"Dalam analisis Partai Demokrat, Ibu Khofifah memang elektabilitasnya cukup tinggi, sangat tinggi. Berdasarkan pengalaman kemarin, waktu pilgub periode dua kali itu memang Khofifah itu kan cuma dikalahkan Pakde Karwo (Gubernur Jatim Soekarwo). Kompetensinya juga bagus, sangat menjadi pertimbangan kuat untuk mendukung Ibu Khofifah," ujar Syarief.

Syarief Hasan (kiri). Foto: MI/Rommy Pujianto

Selain Demokrat, sejumlah partai pun melirik Khofifah untuk diusung. Demokrat menyambut baik hal itu dan mempertimbangkan koalisi.

"Sangat terbuka kemungkinan kita berkoalisi dengan Golkar, dengan NasDem, sepanjang memang kita satu kata dalam menentukan sikap dan menentukan bagaimana agar Jawa Timur itu lebih bagus ke depan," kata dia.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Tubagus Ace Hasan Syadzily juga mengaku tak mempermasalahkan Khofifah mengambil formulir dukungan melalui Partai Demokrat. Menurut dia, hal itu justru akan sangat bagus bagi kemenangan Khofifah.

Baca: Adu Pengaruh di Pilgub Jawa Timur

Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi bahkan mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan mendek-larasikan dukungan kepada Khofifah. "Sebelum akhir Oktober akan kita deklarasikan," tegas Baidowi.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan menyatakan suara PAN sudah mengerucut pada dua nama calon, yaitu Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Khofifah. Namun, partai berlambang matahari tersebut belum memutuskan siapa dari kedua nama itu yang akan diusung.

"Kita masih menunggu kesepakatan dengan partai koalisi pengusung," kata Zulkifli.

Di lain pihak, PDI Perjuangan mengerucutkan nama Wagub Jatim Saifullah Yusuf sebagai kandidat untuk direkomendasikan menjadi calon gubernur. PDIP akan berkoalisi dengan PKB yang sebelumnya telah mencalonkan Gus Ipul. (Nov/HS/FL/Ant/X-6)




(UWA)