Politik Tanpa Moral Menghasilkan Kampanye Hitam

   •    Selasa, 20 Feb 2018 14:42 WIB
kampanye hitampilkada 2018
Politik Tanpa Moral Menghasilkan Kampanye Hitam
Ilustrasi--Deklarasi masyarakat antihoaks. (Foto: ANTARA/Seno)

Jakarta: Selain payung hukum dan perlindungan secara yuridis, menangkal kampanye hitam, isu SARA, dan hoaks dalam pilkada juga perlu dilakukan dengan memberikan pendidikan politik. Ketua DPP NasDem Zulfan Lindan mengatakan kesadaran politik yang baik tidak akan menghasilkan kampanye hitam.

Sayangnya, kondisi masyarakat yang belum seluruhnya memahami dan jauh dari pendidikan politik membuat kampanye hitam, isu SARA, bahkan hoaks tersebar dan terserap dengan mudah.

"Di sinilah perlunya moral dalam politik. Politik tanpa moral menjadi kerdil, licik. Tapi kalau politik dikawal moral, kampanye negatif tidak akan kita lakukan," katanya, dalam Metro Pagi Primetime, Selasa, 20 Februari 2018.

Zulfan mengatakan moral dan politik bagaikan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Namun, moral tanpa politik juga tidak akan berdampak apa-apa terhadap perubahan sosial.

"Karenanya saya mengajak Bawaslu, KPU, juga partai politik untuk menyadarkan masyarakat bahwa politik itu harus dengan moral," kata Zulfan.

Zulfan mengatakan penyelenggara pemilu, baik Bawaslu maupun KPU, tegas dalam persoalan kampanye hitam. Ketika menemukan indikasi perlu segera didalami dan jika terbukti harus segera diberi sanksi.

"Sanksi harus ada, kalau ada pihak yang melakukan seperti itu langsung ambil sanksi. Risiko (Bawaslu, KPU) tidak populer tidak apa-apa tapi penegakan hukum harus jalan," jelasnya.




(MEL)