Nurdin Halid tak Butuh Syahrul Yasin Limpo

Andi Aan Pranata    •    Selasa, 13 Feb 2018 15:53 WIB
pilkada serentakpilkada 2018
 Nurdin Halid tak Butuh Syahrul Yasin Limpo
Nurdin yang berpasangan dengan Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz). Medcom.id/Andi

Makassar: Calon gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Halid menyatakan telah mempersiapkan agenda dan tim jelang tahapan kampanye dibuka pada 15 Februari 2018. Demikian pula dengan daftar juru kampanye.

Nurdin yang berpasangan dengan Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) diusung koalisi lima parpol, yakni Partai Golkar, NasDem, Hanura, PKB, dan Hanura. Pasangan ini mendapatkan nomor urut satu dari empat kandidat gubernur Sulsel.

Beberapa waktu lalu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo terang-terangan menolak menjadi juru kampanye bagi Nurdin Halid, koleganya sesama kader Golkar. Sebagai respons, Nurdin pun menganggapnya tak masalah.

“Kayaknya saya juga tidak butuh. Mungkin partai butuh karena dia (Syahrul) anggota Golkar, tapi NH-Aziz tidak butuh,” kata Nurdin di Makassar, Selasa 13 Februari 2018.

Baca: Gubernur Sulsel Tolak Jadi Juru Kampanye Nurdin Halid

Jelang masa kampanye, Nurdin Halid menyatakan pihaknya tengah mempersiapkan alat peraga yang sesuai ketentuan KPU. Di samping itu, jadwal disusun untuk kampanye di 047 desa dan 307 kecamatan di 24 kabupaten/kota.

“Kemudian pada 15 Februari kami lakukan Rakornis (rapat koordinasi teknis) bersama seluruh tim pemenangan di Sulsel, dalam rangka menyatukan taktik dan strategi kampanye,” ujar Nurdin.

Ditanya lebih lanjut soal kemungkinan Syahrul Yasin Limpo sebagai juru kampanye, Nurdin kembali mempertegas sikapnya.

“Kami tidak butuh. Persoalan nanti dia berkampanye, itu urusan partai. Saya sebagai calon tentu punya tim dan agenda khusus,” dia melanjutkan.

Sebelumnya Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyatakan tidak akan terlibat politik praktis pada pemilihan gubernur setempat tahun 2018. Dia pun menegaskan akan menolak jika diminta sebagai juru kampanye Nurdin Halid, sesama kader Partai Golkar.

Nama Syahrul disebut-sebut sebagai salah satu juru kampanye pasangan NH-Aziz di Pilgub Sulsel 2018. Itu tak lepas dari statusnya sebagai salah satu pengurus DPP Partai Golkar, yang mengusung pasangan kandidat di atas.

“Saya tidak mau. Saya cuma ingin fokus bekerja untuk rakyat. Masih ada yang harus dikerjakan,” kata Syahrul beberapa waktu lalu.



(ALB)