Koster-Ace Meraih 57,29 Persen Suara Bali

Antara    •    Minggu, 08 Jul 2018 15:46 WIB
pilkada serentakpilgub bali 2018
Koster-Ace Meraih 57,29 Persen Suara Bali
I Wayan Koster (kiri) dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (kanan). Foto: MTVN/ M Rodhi Aulia

Denpasar: Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) meraup suara 1.213.075 mengalahkan pasangan nomor urut dua Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra - Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta). Koster-Ace meraih 57,29 persen suara masyarakat Bali.  

"Berdasarkan keputusan hari ini memang pasangan calon nomor urut 1 mendapatkan suara lebih banyak dibandingkan pasangan nomor urut 2. Itu keputusan resmi KPU," kata Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, usai menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pilkada Bali, di Denpasar, Bali, Minggu 8 JUli 2018.

Perolehan suara Koster-Ace unggul sebesar 323.145 suara, ketimbang suara pasangan Mantra-Kerta yang memperoleh 889.930 suara (42,32 persen). Dari sembilan kabupaten/kota di Bali, pasangan Koster-Ace unggul di enam kabupaten yakni di Kabupaten Badung (210.175 suara), Tabanan (199.384), Jembrana (81.783), Buleleng (220.923), Bangli (96.327), dan Gianyar (186.076 suara). Pasangan ini kalah di tiga kabupaten/kota yakni di Denpasar (87.863), Karangasem (90.891) dan di Klungkung dengan 39.653 suara.

Sementara perolehan pasangan nomor urut 2 Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta untuk sembilan kabupaten/kota yakni di Kota Denpasar (190.534), Badung (70.290), Tabanan (93.246), Jembrana (72.801), Buleleng (98.859), Bangli (48.917), Karangasem (132.795), Klungkung (81.232) dan di Kabupaten Gianyar (101.256 suara).

Dia menambahkan, setelah rapat pleno terbuka akan berkoordinasi dengan KPU dan Mahkamah Konstitusi untuk melaporkan hasil penghitungan.

"Jika sudah dipastikan tidak ada perkara perselisihan hasil pemilihan yang teregister, kami segera pleno untuk penetapan pasangan calon terpilih," ujarnya.

Dia mengingatkan, para pihak yang tidak menerima hasil Pilkada Bali untuk segera mengajukan permohona ke Mahkamah Konstitusi.

"Harapan kami mudah-mudahan tidak ada (permohonan sengketa ke MK) karena proses ini berlangsung sangat terbuka, sangat demokratis, dan tidak ada keberatan khusus terhadap hasil," ucapnya.


(LDS)